Apalagi, Kota Makassar punya keunggulan karena infrastruktur kota ini sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu.
“Jadi, kita tinggal memaksimalkan pelaksanaannya kegiatan MHM agar sesuai dengan harapan bersama, memberikan kenyamanan bagi peserta event ini,” jelasnya.
Appi berharap seluruh peserta mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Makassar, mulai dari kenyamanan kota, kuliner khas, hingga keramahan masyarakat.
“Kota Makassar menawarkan banyak hal yang dicari para runner. Kita punya makanan yang luar biasa, oleh-oleh khas, dan berbagai pengalaman yang mungkin tidak dimiliki kota lain,” tambahnya.
Selain menjadi ajang olahraga dan prestasi, orang nomor satu Kota Makassar itu mendorong event MHM ini sebagai bagian dari gerakan hidup sehat masyarakat.
Ia menilai budaya hidup sehat perlu terus dibangun agar menjadi kebiasaan positif masyarakat Kota Makassar.
Munafri juga menekankan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari event berskala nasional dan internasional seperti Makassar Half Marathon.
Menurut dia, tingkat hunian hotel di Kota Makassar meningkat signifikan menjelang pelaksanaan event.
“Kalau hari ini coba cari hotel yang dekat-dekat lokasi event, sudah hampir tidak ada kamar kosong untuk besok maupun minggu depan,” ungkapnya.
Dia memperkirakan perputaran ekonomi yang tercipta sangat besar. Bahkan jika hanya separuh peserta membelanjakan uang sekitar Rp1 juta selama berada di Makassar, maka dampaknya sudah sangat signifikan bagi pelaku usaha lokal.
Artinya UMKM bergerak, hotel terisi, rumah makan ramai, oleh-oleh terjual, dan akhirnya berdampak juga pada pendapatan Kota.
Menurut Munafri, event seperti ini harus terus dikembangkan karena menjadi salah satu strategi memperkuat ekonomi kota.
“Kota Makassar tidak memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dieksplorasi,” bebernya.
“Karena itu kita harus memaksimalkan potensi lokal dan menciptakan ikon-ikon yang membuat orang datang ke Makassar,” lanjutnya.
Pada kesmepatan ini, Wali Kota memastikan kesiapan infrastruktur penunjang pelaksanaan event berjalan optimal, termasuk penerangan jalan, keamanan jalur lari, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Mantan CEO PSM itu mengatakan berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti, termasuk soal penerangan jalan yang sempat menjadi keluhan peserta.
“Tahun lalu banyak masukan soal lampu jalan yang masih gelap. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik, walaupun masih ada penyesuaian,” ujarnya.
Appi menegaskan bahwa faktor keselamatan peserta menjadi prioritas utama karena banyak pelari datang untuk mengejar catatan waktu terbaik atau personal best.













