Kepala DPPPA Narsum di HUT IBI

Makassar, NusantaraInsight — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes, hadir sebagai narasumber pada peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 yang dirangkaikan dengan peringatan International Day of the Midwife (Hari Bidan Internasional) 2026. Kegiatan diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, pada Jumat (3/7/2026).

Dalam pemaparannya, drg. Ita menegaskan peran krusial bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, bidan tidak sekadar penolong persalinan, melainkan juga mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Kota Makassar.

br

“Bidan memiliki peran multifungsi: menangani persalinan aman, menurunkan angka stunting, mencegah kematian ibu dan bayi, serta menjadi agen edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar drg. Ita. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas bidan melalui pelatihan, dukungan regulasi, dan sinergi antar-pemangku kepentingan untuk mencapai target kesehatan daerah.

Acara HUT IBI ke-75 ini menjadi momentum apresiasi terhadap dedikasi bidan serta menguatkan kerja sama lintas sektor—termasuk dinas kesehatan, dinas sosial, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi—dalam upaya terpadu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. drg. Ita menyerukan program-program kolaboratif yang menitikberatkan pada pencegahan masalah kesehatan sejak dini dan intervensi cepat bila ditemukan risiko.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar

Selain penyampaian materi oleh Kepala Dinas PPPA, kegiatan diisi dengan serangkaian sesi diskusi, workshop, dan penghargaan bagi bidan berprestasi. Penyelenggara berharap peringatan ini memicu kebijakan dan program yang lebih substantif untuk mendukung peran bidan di tingkat pelayanan primer.

Peringatan IBI tahun ini turut dihadiri oleh perwakilan IBI daerah, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Para peserta menyoroti pentingnya dukungan sarana-prasarana, peningkatan kualitas pendidikan kebidanan, serta pelibatan bidan dalam program pencegahan kekerasan berbasis gender.

Dengan penguatan peran bidan, drg. Ita optimistis Kota Makassar dapat mempercepat penurunan angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi dan deteksi dini.

br
brbr