Kondusif, Penertiban 60 Lapak di Poros BTP

Langkah kooperatif ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil.

Meski demikian, petugas tetap mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang masih ditemukan, termasuk mengangkut satu unit gerobak/gardu yang tidak ditertibkan secara mandiri di lokasi.

Lanjut dia, proses penertiban dilakukan secara humanis dan persuasif dengan mengedepankan pendekatan komunikasi yang baik antara petugas dan para pedagang.

Menurut Nasrul, langkah penertiban ini bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan telah melalui tahapan sosialisasi dan pemberian teguran sebelumnya kepada para pedagang.

“Setelah beberapa kali kami memberikan teguran dan imbauan kepada para PKL agar tidak lagi berjualan di badan jalan maupun trotoar, hari ini kami bersama tim turun langsung melakukan penertiban,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa penataan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum serta menghindari potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi akibat penggunaan ruang publik yang tidak semestinya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terjadi gesekan antara petugas dan para pedagang. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran dan kerja sama yang baik dari para PKL dalam mendukung program pemerintah demi terciptanya ketertiban lingkungan.

BACA JUGA:  PHRI Sulsel Temui Wali Kota Makassar, Bahas Ini..

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Tidak ada gesekan di lapangan,” tuturnya.

“Karena kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik mampu menciptakan situasi yang kondusif,” lanjut Nasrul.

Selain itu, pihak kelurahan juga mengimbau kepada seluruh pedagang agar dapat mematuhi aturan yang berlaku serta menempati lokasi-lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Hal ini penting, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan umum, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan lingkungan terlihat lebih tertata rapi,” tukasnya. (*)