Investor juga membutuhkan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta situasi daerah yang aman dan kondusif. Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan kemitraan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha agar tenaga kerja lokal siap memenuhi kebutuhan industri.
Membangun iklim investasi bukan hanya tugas pemerintah. Dunia usaha, perbankan, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, LSM, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif. Investasi yang mematuhi hukum, menghormati hak masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan perlu didukung bersama. Jika muncul persoalan, penyelesaiannya harus mengedepankan dialog dan musyawarah sehingga kepastian berusaha tetap terjaga.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Bulukumba harus menjadikan hilirisasi sebagai strategi utama pembangunan ekonomi. Kelapa perlu diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Rumput laut harus masuk ke industri pengolahan. Sektor perikanan perlu didukung dengan pembangunan cold storage dan industri pengolahan hasil laut. Sementara itu, sektor pertanian perlu diperkuat melalui pembangunan Rice Milling Unit (RMU) modern, fasilitas pengering gabah, gudang penyimpanan, dan pengemasan beras bermerek sehingga nilai tambah tetap dinikmati oleh petani dan masyarakat Bulukumba.
Promosi investasi juga harus berubah. Daerah tidak cukup hanya menawarkan potensi, tetapi harus mampu menyajikan proyek-proyek investasi yang siap dijalankan, didukung data yang akurat, studi kelayakan, kepastian lahan, serta prospek bisnis yang jelas.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba tentu telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembangunan dan iklim investasi. Namun, tantangan yang dihadapi masih cukup besar sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, lembaga pendidikan, media, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
FKPB (Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba) meyakini bahwa investasi adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, FKPB siap menjadi pusat kolaborasi bisnis, investasi, dan hilirisasi daerah yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan dunia pendidikan untuk melahirkan lebih banyak proyek investasi yang matang, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Investor tidak datang karena belas kasihan. Investor datang karena melihat peluang, kepastian, efisiensi, dan prospek keuntungan.













