Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit yang Diderita Almarhum Babe Cabita

Mengenal anemia aplastik
Penyakit anemia aplastik (ilustrasi)

Wawancara medis, dilakukan dengan menanyakan keluhan pasien beserta riwayat penyakit yang diderita.

Pemeriksaan fisik, dilakukan dengan memeriksa fisik pasien untuk melihat gejala anemia aplastik yang muncul.

Pemeriksaan laboratorium, dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien lalu memeriksakannya ke laboratorium untuk mendeteksi kadar leukosit, trombosit, eritrosit, dan sel darah lainnya secara lengkap.

Prosedur biopsi, yaitu skrining sumsum tulang dengan mengambil sampel jaringan sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Prosedur aspirasi, yaitu skrining sumsum tulang dengan mengambil sampel cairan sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan Anemia Aplastik

Pengobatan anemia aplastik akan dilakukan oleh dokter tergantung dari tingkat keparahannya. Tindakan yang umumnya akan dilakukan oleh dokter untuk menangani anemia aplastik adalah sebagai berikut:

Terapi antibiotik dan antivirus, dilakukan apabila pasien anemia aplastik berisiko tinggi atau telah terserang infeksi.

Imunosupresan, yaitu pemberian obat imunosupresan, seperti ciclosporin dan kortikosteroid, untuk mencegah terjadinya kerusakan sumsum tulang karena penyakit autoimun.

Transfusi darah, untuk mencukupi sel darah pada pasien anemia aplastik.

BACA JUGA:  AS Berhasil Lakukan Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Transplantasi sumsum tulang, untuk menggantikan sel sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat.

Anemia aplastik adalah masalah kesehatan serius yang perlu mendapat penanganan sesegera mungkin. Oleh karenanya, Anda dapat mengunjungi rumah sakit terdekat dan berkonsultasi dengan dokter apabila merasakangejala anemia aplastik seperti penjelasan di atas.