Di atas semuanya itu, dalam ungkapan Prof.Nurcholish Madjid, diperlukan kepemimpinan yang otentik, baik dari segi wawasan kenegaraan maupun, lebih-lebih lagi, dari segi komitmen moral kemasyarakatan atau civic morality. Tanpa kepemimpinan yang otentik itu, komunikasi politik vertikal dan horizontal akan tidak efektif atau bahkan macet, sehingga seruan membangun kembali ekonomi dan politik nasional dengan ajakan keprihatinan dan pengorbanan umum, tidak akan mendapatkan sambutan yang diperlukan. Semoga negeri tercinta ini, akan baik-baik saja di waktu mendatang. [*]
Ma’REFAT INSTITUTE Bahas Masalah Pembangunan dan Politik Kekuasaan di Indonesia
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Ditambahkannya, perayaan Milad KAHMI ke-60 yang dilaksanakan oleh MW KAHMI Sulsel adalah yang paling megah dan spektakuler diantara MW KAHMI lainnya di Indonesia. “Sejauh ini, perayaan Milad KAHMI…

Pamboang, Majene | NusantaraInsight — Estuaria Indonesia akan menggelar kegiatan bertajuk “Restorasi Ekosistem Pesisir Melalui Transplantasi Karang dan Aksi Bersih Pantai” di Pantai Dapur Mandar, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten…

Peserta lain, Nurul Fajri, mengaitkan reformasi birokrasi dengan kepentingan perempuan, pelayanan publik, serta relasi antara birokrasi dan politik. Ia mempertanyakan bagaimana memastikan birokrasi tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, ketika keputusan…

Makassar, NusantaraInsight — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus dilakukan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) bersama Azka Salon Muslimah Makassar. Kali ini, kedua pihak kembali berkolaborasi dalam program berbagi mukena…

Bung Hatta menjelaskan ada faktor-faktor secara psikologis dan politik tentang arah pergerakan Perhimpunan Indonesia (PI). Saya mencatat beberapa poin penting. Yang pertama, Bung Hatta menyampaikan bahwa kegiatan Perhimpunan Indonesia itu,…







