Begitulah makna jihad yang kita pahami bahwa malam ini ibu-ibu semua telah menaklukkan medan perang terdalam yaitu hati dan diri saya dan ibu-ibu sendiri. Di tengah godaan dunia, ibu-ibu memilih untuk hadir mengaji, menadabburi Qur’an, memupuk iman, dan menguatkan tekad untuk menjadi ibu, istri, dan pejuang yang diridhai Allah SWT.
Mengaji yang ibu-ibu lakukan setiap malam Jum’at dan malam Minggu bukan sebatas majelis ilmu. Ia adalah medan tempur jiwa. Dari majelis ini ibu-ibu telah menegakkan panji jihad sejati. Ibu-ibu adalah termasuk ibu-ibu perkasa yang tidak tercatat di buku sejarah, namun amal ibu-ibu dicatat oleh Langit.
Maka, wahai ibu-ibu, tetaplah istiqamah. Karena setiap langkah kaki ke tempat mengaji, setiap doa di tengah kelelahan, dan setiap lembar Qur’an yang dibaca adalah senjata melawan dunia dan hawa nafsu. Ibu-ibu sekalian sedang menulis sejarah, bukan di atas kertas, tapi di Lauhil Mahfudz.
“Berbagi itu asyik dan menyenangkan”
#BerbagiItuCinta #BerbagiItuPeduli #AyoBerbagi #AyoGabungK_apel #KampusLorong
(RR)
Makassar, 23 Mei 2025













