Di sini saya juga ingin berbagi perbedaan mendasar antara perguruan tinggi negeri seperti Universitas Hasanuddin dan perguruan tinggi swasta seperti UIT. Universitas Hasanuddin memiliki nama besar, sejarah panjang, dan kualitas yang sudah sangat dipercaya masyarakat. Konsekuensinya, urusan penerimaan mahasiswa baru relatif lebih mudah; meski tidak melakukan promosi besar-besaran, calon mahasiswa akan tetap berdatangan dan berebut masuk. Nama baik dan kualitas pendidikan Unhas sudah menjadi jaminan tersendiri. Berbeda dengan perguruan tinggi swasta. Kami harus berjuang keras, menyusun strategi, dan melakukan berbagai upaya agar dikenal masyarakat dan diminati calon mahasiswa. Keberlangsungan hidup perguruan tinggi swasta sangat bergantung pada kemampuan kami menarik minat mahasiswa baru.
Agar UIT dan Yayasan Indonesia Timur dapat terus bertahan, berkembang, dan memberikan pendidikan berkualitas, kami tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan semata. Kami berusaha membangun berbagai unit usaha penunjang, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga perbankan, usaha perhotelan, hingga supermarket. Keuntungan dari unit usaha inilah yang kami gunakan untuk membiayai pengembangan kampus, meningkatkan kualitas pengajaran, dan menyejahterakan sivitas akademika. Semua proses perencanaan, pendirian, hingga pengelolaan usaha tersebut pun tak lepas dari pemahaman hukum, baik hukum perusahaan, hukum perdata, maupun hukum perizinan.
Pesan saya untuk adik-adik mahasiswa Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Hukum: kalian sangat beruntung bisa menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia. Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Pelajari setiap mata kuliah dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk lulus dan mendapatkan gelar, tetapi untuk mengasah cara berpikir, ketajaman analisis, dan pemahaman tentang keadilan dan aturan. Ingatlah, ilmu hukum adalah ilmu dasar yang bisa membawa kalian ke mana saja. Entah nanti kalian menjadi penegak hukum, dosen, pengusaha, pejabat, atau pemimpin organisasi, bekal dari almamater ini akan selalu menjadi pedoman dan kekuatan kalian.
Akhir kata, kebanggaan pada almamater bukan hanya saat kita diterima masuk, atau saat kita lulus dengan nilai baik, melainkan saat kita bisa berkarya, bermanfaat bagi orang lain, dan membawa nama baik Universitas Hasanuddin di mana pun kita berada dan profesi apa pun yang kita jalani. Terima kasih kepada panitia Dies Natalis yang telah mengundang, terima kasih kepada para dosen, rekan-rekan alumni, praktisi, dan adik-adik mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini. Semoga ikatan persaudaraan kita dan kontribusi kita bagi dunia pendidikan dan hukum Indonesia terus terjalin erat dan bermanfaat.












