Kebanggaan Almamater dan Jejak Pengembangan Ilmu Hukum dalam Karier  

Ilmu

Mengelola sebuah universitas, apalagi perguruan tinggi swasta, adalah tugas yang berat dan kompleks. Universitas Indonesia Timur merupakan organisasi besar yang di dalamnya terdapat ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta pejabat struktural mulai dari rektor hingga dekan. Sebagai perguruan tinggi swasta, UIT memiliki dua kewajiban pertanggungjawaban utama: secara akademik kami harus mematuhi aturan dan melapor kepada Kementerian Pendidikan melalui Lembaga Layanan Dikti, dan secara non-akademik kami bertanggung jawab sepenuhnya kepada yayasan sebagai badan hukum penyelenggara. Di sinilah ilmu yang dulu saya pelajari, mulai dari Pengantar Ilmu Hukum hingga Hukum Administrasi, sangat berguna. Ilmu hukum mengajarkan kita cara berpikir sistematis, memahami aturan, menyusun kebijakan, dan menata organisasi agar berjalan sesuai koridor hukum dan peraturan yang berlaku. Hal inilah yang saya sebut sebagai kemampuan beradaptasi: ilmu hukum tidak hanya untuk menjadi hakim atau jaksa, tetapi menjadi bekal untuk memimpin dan mengelola apa pun bidang pekerjaan yang kita geluti

Di sini saya juga ingin berbagi perbedaan mendasar antara perguruan tinggi negeri seperti Universitas Hasanuddin dan perguruan tinggi swasta seperti UIT. Universitas Hasanuddin memiliki nama besar, sejarah panjang, dan kualitas yang sudah sangat dipercaya masyarakat. Konsekuensinya, urusan penerimaan mahasiswa baru relatif lebih mudah; meski tidak melakukan promosi besar-besaran, calon mahasiswa akan tetap berdatangan dan berebut masuk. Nama baik dan kualitas pendidikan Unhas sudah menjadi jaminan tersendiri. Berbeda dengan perguruan tinggi swasta. Kami harus berjuang keras, menyusun strategi, dan melakukan berbagai upaya agar dikenal masyarakat dan diminati calon mahasiswa. Keberlangsungan hidup perguruan tinggi swasta sangat bergantung pada kemampuan kami menarik minat mahasiswa baru.

BACA JUGA:  UMSi Teken Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Syariah Indonesia

Agar UIT dan Yayasan Indonesia Timur dapat terus bertahan, berkembang, dan memberikan pendidikan berkualitas, kami tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan semata. Kami berusaha membangun berbagai unit usaha penunjang, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga perbankan, usaha perhotelan, hingga supermarket. Keuntungan dari unit usaha inilah yang kami gunakan untuk membiayai pengembangan kampus, meningkatkan kualitas pengajaran, dan menyejahterakan sivitas akademika. Semua proses perencanaan, pendirian, hingga pengelolaan usaha tersebut pun tak lepas dari pemahaman hukum, baik hukum perusahaan, hukum perdata, maupun hukum perizinan.