Hardiknas 2026: Wali Kota Makassar Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Appi melanjutkan, pin Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan.

Pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Selain itu, berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, serta penguatan kemampuan bahasa juga terus diberikan.

“Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan pemberian insentif, termasuk bagi guru honorer,” tuturnya.

Selanjutnya, ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.

Program ini juga mencakup berbagai inisiatif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, guna membentuk karakter dan kepemimpinan siswa.

Kemudian, Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi, pengembangan bidang STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika).

Serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi pembelajaran dan dasar peningkatan mutu pendidikan.

BACA JUGA:  Munafri Pastikan Progres Stadion Untia Sesuai Rencana Program MULIA

Poin terkait sebut Appi, Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif, mudah, dan fleksibel bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah membuka berbagai jalur pendidikan seperti sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka.

“Layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui penguatan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan empat pusat utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan mitra strategis, guna mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Makassar menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

BACA JUGA:  Iran Ultimatum Israel Jika Terus Gempur Gaza

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutupnya. (*)