Catatan Manajemen : Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi

Catatan manejemen
Lukisan Mantra Ardhana (foto: Aks)

Sejalan dengan adanya reformasi birokrasi maka hal itu juga memberi kepercayaan bagi investor. Menurutnya langkah yang diambil Argentina kini dicontek berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

Presiden AS terpilih, Donald Trump menunjuk bos Tesla Elon Musk menjadi pemimpin Dewan Efisiensi Pemerintahan. Hal itu disebut bertujuan memangkas pengeluaran dan birokrasi yang tidak efektif di AS.

“Tidak hanya berhenti di AS, negara tetangga juga, kita tahu semua, Vietnam baru-baru saja dia menurunkan PPN dan memangkas birokrasi dan kementeriannya dan jumlah ASN. Jadi ini tren baru, tapi kita tahu Pemerintahan Prabowo sekarang bukan memangkas justru menambah jumlah kementerian,” bebernya.

*Ketiga*, di sisi lain, tantangan mengejar target pertumbuhan ekonomi juga datang dari kemampuan pemerintah mendatangkan investasi. Menurut Head for Center of Sharia Economic INDEF, Dr. Handi Risza, Indonesia butuh tambahan investasi Rp 13-14 ribu triliun dalam 5 tahun mendatang.

Artinya pertumbuhan investasi harus menyentuh 11-19% dan tidak boleh hanya 5-6%. Investasi nantinya akan berperan terhadap 30% pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:  APINDO Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Rapat Koordinasi Amaliah Ramadhan 2025

“Jadi kalau mencapai angka Rp 13-14 ribu triliun itu harus ditargetkan pertumbuhannya 11-19%. Nggak boleh hanya 5-6% pertumbuhan investasinya,” tutupnya.

*Penutup*

Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan negara, kawasan atau wilayah. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, antara lain yaitu Produk Domestik Bruto (PDB).

PDB merupakan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara atau wilayah selama satu tahun. Semakin tinggi nilai PDB maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Menurut Marshanda Khusnulkhotimah (Kompasiana, 21 Mei 2023), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, antara lain yaitu:

1. Investasi

Investasi merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, investasi yang dimaksud adalah investasi dalam infrastruktur, industri manufaktur, serta sektor teknologi. Investasi ini dapat berupa investasi dari dalam maupun luar negeri.

2. Pertumbuhan Populasi yang Berkelanjutan

Ketika pertumbuhan populasi cukup stagnan, maka pertumbuhan ekonomi dapat menurun. Namun, jika pertumbuhan populasi tetap berkelanjutan, maka pertumbuhan ekonomi juga dapat meningkat.

BACA JUGA:  Raih Penghargaan Infobank, SANF Catat Lima Tahun Berturut-turut Berkinerja Sangat Baik

3. Produktivitas yang Tinggi

Produktivitas yang tinggi dari sebuah negara atau wilayah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai sektor yang seperti pertanian, industri, perdagangan dan investasi.

4. Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur yang baik juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang lengkap misalnya sistem transportasi yang baik dan mampu memfasilitasi mobilitas barang dan jasa, telekomunikasi yang memadai hingga sistem sosial yang memadai dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Menjadi hal yang umum, tulis Marshanda, jika pertumbuhan ekonomi yang meningkat memiliki dampak dan manfaat positif bagi masyarakat. Berikut ini adalah beberapa dampak dan manfaat dari pertumbuhan ekonomi:

1. Peningkatan Lapangan Kerja

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Hal ini karena permintaan barang dan jasa masyarakat akan meningkat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat membuka kesempatan lapangan kerja yang lebih luas.

2. Peningkatan Pendapatan

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat juga akan mempengaruhi peningkatan pendapatan masyarakat. Jika pertumbuhan ekonomi semakin tinggi, maka semakin banyak pula peluang kerja yang tersedia untuk masyarakat. Selama struktur ekonomi yang dikerjakan oleh masyarakat minim, maka arus kas akan meningkat secara signifikan bagi pendapatan rakyat.