Catatan Manajemen: Dunia Usaha Sebagai Mahakarya

5. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional
Sebuah wirausaha dapat menggali sumber pasokan bahan baku baru bagi industri setengah jadi atau industri akhir. Wirausaha juga dapat mengenalkan produk baru dan kualitas baru dari suatu produk. Bentuk-bentuk wirausaha ini, bersama bentuk wirausaha yang menumbuhkan produktivitas nasional, juga mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan pendapatan masyarakat.

6. Menambah pendapatan negara melalui pajak
Wirausahawan yang ada akan membayar pajak kepada negara. Dengan bertambahnya jumlah wirausaha setiap tahunnya, maka semakin banyak yang membayar pajak usaha kepada negara.

7. Mengombinasikan faktor-faktor produksi
Sebuah wirausaha dapat mengombinasikan berbagai faktor produksi dalam sebuah operasinya. Beberapa faktor produksi yang dapat dikombinasikan di antaranya seperti alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian.

Dari peran dunia usaha tersebut, bisa dikatakan, sangat significant dalam pembangunan ekonomi nasional yaitu menyediakan lapangan pekerjaan hingga menumbuhkan produktivitas nasional.

Sebagai kajian selanjutnya. Berikut catatan Fadel Muhammad (1992: hal. 31-33).

Membicarakan manusia dan masyarakat ibarat menangguk air di mata air. Tidak ada habis-habisnya. Topik ini sudah setua usia manusia itu sendiri. Dan, mahakarya yang diwariskan manusia pun adalah membicarakan manusia. Mahakarya itu adalah: kebudayaan.

BACA JUGA:  Catatan Manajemen: Perpustakaan Lembah Hijau

Salah satu produk dari kebudayaan adalah dunia usaha. Sebuah dunia yang mempertontonkan kebolehan manusia mengolah atau menyiasati segala sumber daya yang tersedia untuk dan atas nama demi kemaslahatan masyarakat (baca: manusia). Kebolehan itu tentu dipengaruhi berbagai faktor. Artinya, games apa yang dipertunjukkan dan bagaimana memainkannya, erat kaitannya dengan idealisme yang terwariskan pada masyarakat di mana dunia usaha itu bermain.

Manakala games itu tidak merujuk pada idealisme, maka dunia usaha akan menjadi pementasan drama homo homini lupus -manusia memandang manusia lain serigala, sebagai mangsanya. Padahal, manusia adalah homo sapiens, makhluk yang sempurna akalnya, pikirannya, dan berpengetahuan.

Pernyataan di atas adalah ungkapan yang klise, memang. Namun, relevan sebagai rujukan untuk mengukur behavior of business yang dimainkan para pelakunya. Dan ukuran itu secara sederhana dapat dibedakan dalam dua kategori yaitu, yang berperilaku contributory dan predatory.
Para pelaku dalam dunia usaha sudah barang tentu tidak ingin digolongkan ke dalam kategori kedua. Di lain pihak, masyarakat tentu menginginkan agar para pelaku itu berperilaku yang pertama dan menghasilķan kesejahteraan bagi masyarakat.