“Berbagai upaya eliminasi TBC terus dilakukan dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, baik secara aktif maupun laten, diagnosis, hingga terapi/pengobatan. Saya berharap kegiatan kolaborasi antara BCF dan perguruan
tinggi dapat memberikan kontribusi untuk mencapai target eliminasi TBC di Sulawesi Selatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
Memang, penyakit TBC merupakan penyakit yang penuh dengan stigma, maka dari itu proses edukasi dan skrining TBC dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif, seperti mengadakan sesi permainan edukasi untuk menarik minat mahasiswa mengetahui soal TBC lebih dalam.
Tahapan skrining dilakukan dengan melakukan dialog dalam bentuk grup diskusi kepada mahasiswa yang didampingi oleh kader dari Yayasan Masyarakat Peduli TBC (YAMALI) Sulawesi Selatan.
“Mahasiswa merupakan corong komunikasi yang efektif untuk menyebarkan seputar informasi yang benar soal TBC. Karena saat ini, masih banyak kesalahpahaman dalam menanggapi isu TBC di masyarakat, sehingga stigma dan
diskriminasi masih menjadi penghalang untuk kita bisa mengajak masyarakat agar peduli terhadap kesehata, dan melakukan pencegahan bahkan penanganan TBC,” tambah Waode Rizky, Head of Public Relation Bakrie Center Foundation.
Program kolaborasi nasional untuk percepatan eliminasi TBC sedang berjalan di 6 provinsi yaitu Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Melalui program ini, BCF dan Kadin Indonesia mendorong lintas sektor untuk meningkatkan kerja sama dalam menangani permasalahan TBC di Indonesia. ***












