NusantaraInsight, MAKASSAR – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menggelar ajang olahraga akbar bertajuk The 1st Muhammadiyah Games 2026. Kegiatan ini menjadi perhelatan multievent nasional perdana untuk menjaring serta membina bibit atlet muda persyarikatan.
Penyelenggara melaksanakan kompetisi secara serentak mulai tanggal 13 hingga 23 Mei 2026. Lokasi pertandingan tersebar di tiga kota utama, yaitu Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto.
Panitia mengadakan acara pembukaan resmi pada 16 Mei 2026 di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan. Sementara itu, cabang Pencak Silat atau Tapak Suci berlangsung di Edutorium UMS Surakarta.
Lebih dari 2.000 atlet turun bertanding mewakili sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Mereka datang dari berbagai wilayah meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Berbagai cabang olahraga dipertandingkan secara ketat mulai dari atletik, panahan, bulu tangkis, tenis meja, renang, hingga pencak silat. Universitas Muhammadiyah Makassar pun turut andil mengirimkan kontingen terbaiknya ke ajang bergengsi ini.
Perjuangan Atlet Tapak Suci
Pihak kampus menurunkan atletnya pada tiga cabang olahraga berbeda untuk menjaga nama baik almamater. Salah satu sorotan utama jatuh pada kontingen Pencak Silat Tapak Suci yang berjuang habis-habisan.
Pelatih sekaligus pendamping tim, M. Taufik Hidayanto, mempersiapkan seluruh peserta dengan strategi dan mental juara. Beliau menurunkan nama-nama andalan yang berasal dari beragam jurusan di lingkungan kampus.
Pada kategori putra, daftar peserta meliputi Rusman Azis, Boskaralsabar, M. Rafi Khalik, dan Muh. Khoirul Azzam. Nama lain seperti Umar, Sahrul, serta Muhammad Azhar Asrib juga turut berlaga di kelas masing-masing.
Skuad beregu pun terbentuk dari gabungan kekuatan terbaik yaitu M. Rafi Khalik, Muh. Khoirul Azzam, Umar, Sahrul, dan Muhammad Azhar Asrib. Di sisi lain, kategori putri menurunkan Ainun Mardia untuk tanding dan Radifah pada nomor seni tunggal.
Setelah berjuang keras di atas gelanggang, kontingen Unismuh Makassar akhirnya membawa pulang hasil membanggakan. Secara rinci, tim ini berhasil meraih tiga medali perunggu sebagai bukti kualitas pembinaan yang baik.
Boskaralsabar mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam sukses merebut juara tiga kelas B putra. Selanjutnya, Sahrul dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam juga naik podium juara tiga kelas F putra.
Kekompakan tim pun teruji saat regu beregu menyabet juara tiga kelas bebas putra. Anggotanya meliputi Sahrul, Muh. Khairul Azzam, Umar, M. Rafi Khalik, dan Muhammad Azhar Asrib.













