Pj Gubernur Sulsel Akui Potensi Ekonomi Huadi Group

“Sini (Sulsel) ada nikel di utara ini (Bantaeng), sarjana nikel di sini berapa. Saya mencari sarjana kimia atau nikel hampir tidak ada di Sulawesi Selatan ini. Ini yang perlu kira cek kurikulum kita ini,” pungkas Bahtiar.

Sejak beroperasi pada 2019 di Kawasan Industri Bantaeng, Smelter Huadi Group telah memproduksi feronikel dan kini bersiap mengekspor nikel sulfat sebagai bahan baku kendaraan listrik.

Dukungan Bahtiar Baharuddin ini juga tak lepas dari potensi dan kontribusi Huadi yang turut memberi dampak pada realisasi pajak daerah, khususnya pajak air tanah yang mengalami peningkatan cukup pesat dalam dua tahun terakhir di Kabupaten Bantaeng.

Data dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bantaeng, realisasi pajak daerah dari target Rp53,2 miliar lebih, mampu terealisasi Rp52,9 miliar lebih atau mencapai 99,45 persen.

BPS juga merilis pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng, meningkat hingga 15,45% untuk tahun 2022.

Bantaeng berada di jejeran enam besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Lima daerah lainnya yaitu Halmahera Tengah (102,31%), Morowali Utara (36,42%), Morowali (28,21%), Sumbawa Barat (24,14 %) dan Halmahera Selatan (21,34%).

BACA JUGA:  Israel Tangkap Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan Gaza

“Ini semua daerah tambang. Hanya Bantaeng yang tidak memiliki tambang,” kata Plt Kepala BPS Bantaeng, Mushawwir Arman dalam keterangannya yang diterima wartawan, Senin (6/3/2023).

BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel pernah diraih oleh Kabupaten Luwu Timur pada 2010 dengan capaian 13,19 persen. Capaian ini terjadi berkat industri pertambangan yang ada di Sorowako.