banner 728x90

NOSTALGIA

  • Bagikan

(Oleh: Andi Pasamangi Wawo -Ketua DP PWI Sulsel)

NusantaraInsight, Makassar — Lebih dua dekade baru bertemu. Ketika Perwira pertama, pak Ngajib tugas sebagai Kanit Resintel Polsek Panakkukang. Hampir setiap saat saya bersama, termasuk “mengendap” malam hari degan anggota Bantuan Komunikasi (Bankom) Kamtibmas ‘Sarana INformasi Gangguan keAmanan’ (SINGA) yang saya pimpin, plus anggota Reserse dan Binmas alm. Bripka Ibrahim Sulu.

Saat itu Kecamatan Manggala Makassar belum ‘lahir’. Wilayah Panakkukang yang luas dan banyak pemukiman baru membuat pelaku kejahatan di Perumnas Antang dan sekitarnya ber”pesta”. Sasaran empuk curas ‘365’ , urban yang baru adaptasi lokasi. Sebelumnya, hanya pelaku ‘curnak’, meningkat ‘curas’.

Letda Pol Moh Ngajib yang belia saat itu, sepertinya tak kenal lelah. Sebagai warga yang berprofesi Wartawan, saya merasa tertantang ikut “membasmi” para pelaku.

Ketika mendapat tugas Ka Unit baru di ‘Tahbang’ Sat Reserse di Poltabes Makassar, saya juga mulai super sibuk karena diberi kepercayaan sebagai Wakil Ketua di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, membuat jarang bertemu kecuali dapat kabar dari Wartawan yang meliput di bidang Hukum dan Hankam, seperti pak Yonathan Mandiangan, alm Zainuddin Saleha, Budi, Tahar Saleh dan Muhammad Arafah, hingga beliau hijrah mengemban tugas ke Jawa dan Sumatera. Selama itu, saya hanya membaca dan menonton berita kesuksesannya memimpin, lewat media.

BACA JUGA:  Update Juara Lomba Seni, PGRI Torut dan Pangkep Raih Emas

Ketika kembali ke Makassar sebagai Kapolrestabes, saya coba kontak setelah nomor Hpnya dapat dari teman.
Alhamdulillah, beliau masih seperti dulu, ramah dan bersahabat.

” Saya masih ingat semua yang di Antang. Mksh ucapannya, pak”
Jawabnya ketika saya memberi selamat.

Responsif mengelola informasi sampai tindakan tegas dan penampilannya yang bersahaja serta ‘Safari’ shalat Subuh’nya membuat para Tomas, Toga dan Toda ikut ‘singsingkan lengan’ membantu program Polisi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, aman dan terkendali di wilayah masing masing.

Buktinya, Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) di’hidup’kan lagi. Saya terimakasih didaulat sebagai Penasihat, setelah “mati suri’ sejak dibentuk 2006 lalu. Dan, semua elemen masyarakat, termasuk Ketua RT, RW juga ikut bergabung lewat Babinkamtibmas di tiap Kelurahan.

Langkah yang baru digelar Kapolrestabes Makassar Kombes Moh. Ngajib, SIK, MH pekan lalu, menggandeng Mahasiswa, gelar diskusi melibatkan semua elemen masyarakat termasuk jajaran Kodim dan Pemkot serta Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), bicara masalah sosial yang berbingkai Restorasi, Preventif dan Psikologi (RPP).

  • Bagikan