Komunikasi Andi Angga Prasadewa Aktivis Global Sumud Flotilla Asal Makassar dengan Ibunya Sebelum Diculik Zionis Israel

Andi Angga Prasadewa
Sutrawati Kaharuddin Ibunda aktivis kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia Andi Angga Prasadewa saat jumpa pers didampingi relawan Rumah Zakat

Sementara itu, Perwakilan Rumah Zakat Amir, ST.,MM kepada media menyampaikan bahwa Andi Angga Prasadewa bergabung di Rumah Zakat pada tahun 2015 dengan menjadi Koordinator Relawan Rumah Zakat di Jayapura Papua, saat berkuliah di Universitas Cendrawasih.

Kemudian Angga kelahiran Makassar, pada Januari 1993 itu, kembali ke Makassar dan menjadi Koordinator Relawan Rumah Zakat di tahun 2023, setelah itu, ia pindah ke kantor pusat Rumah Zakat.

Amir juga menyampaikan bahwa saat ini Rumah Zakat akan terus berupaya untuk membebaskan Angga dan memulangkan ke tanah air.

“Kami dari Rumah Zakat telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri untuk upaya pembebasan Andi Angga Prasadewa,” tutup Amir.

Diketahui, aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat oleh angkatan laut Israel di 250 mil laut dari Gaza dan masuk dalam perairan internasional.

Pencegatan itu terjadi ketika cabang Turki dari kampanye Global Sumud menyatakan bahwa salah satu kapal mereka, Munki, mengalami serangan dan intimidasi jarak dekat oleh kapal militer Israel.

BACA JUGA:  Alasan Kemanusiaan, Putri Dakka Bantu Ex Polwan Viral

“Kapal armada Munki telah diserang oleh pasukan pendudukan Israel. Saat ini kami kehilangan kontak dengan kapal tersebut,” demikian pernyataan Global Sumud Filosu Turkiye yang diunggah di platform X pada Senin.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa militer Israel telah menahan kurang lebih 100 aktivis di atas kapal armada bantuan tersebut dan memindahkan mereka ke kapal angkatan laut Israel, sebelum nantinya dibawa ke pelabuhan Ashdod di Israel.

Di antaranya adalah para aktivis WNI dari Indonesia dan dua jurnalis Republika.

Mengutip dari akun Instagram Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI–termasuk dua jurnalis Republika–dalam kapal yang ditangkap Israel itu adalah: Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.