Kerja keroyokan dan bergotong royong menjadi jiwa dan semangat Rimba dalam berkesenian. Dia tipe orang yang bisa diajak kerja sama dan nyaman dalam berjejaring dan berkolaborasi. Rimba sejatinya, bukan hanya perupa tapi seorang networking kebudayaan dalam tataran praksis. []
Amir Hafid “Rimba”, dari Perupa ke Networking Kebudayaan
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Ia sungguh resah. Merasa tak melakukan apa-apa, tetapi jiwa raganya lelah“ Lalu penutupnya di beberapa kalimat paragraf akhir: ……… Suaminya menatapnya dalam, tepat di mata kejoranya. Mata itu bening, cerah….

“Tiga cerpen tadi, sepertinya hanya bisa menjadi sampel dari sensasi yang coba saya adop, bagaimana secara umum. Dengan hadirnya Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya sesungguhnya memperlihatkan bahwa ada upaya…

Makassar, NusantaraInsight — Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) bekerja sama dengan Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) mengundang publik untuk menghadiri diskusi buku kumpulan cerpen berjudul Perempuan yang Mengatupkan Resah di…

Melalui lensa kritis dan interpretatif, tesis ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang repertoar klasik Indonesia sekaligus menawarkan wawasan tentang keahlian komposisi Sukarlan. ” Tesis ini mengusulkan kerangka interpretatif yang dapat…

“Buku karya Andi Wanua Tangke ini memadukan cerita sejarah dan juga cerita fiksi, sehingga menarik untuk dibaca,” ucap Dr. Asia Ramli yang dikenal dengan nama panggung Ram Prapanca ini. “Apalagi…








