Pemkab Takalar Luncurkan Program Kampung Iklim di 86 Desa, Padukan Lingkungan dan Teknologi Digital

Kampung Iklim

NusantaraInsight, Takalar  —  Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Rapat Koordinasi lintas OPD di Ruang Auditorium Kantor Bupati Takalar, Rabu (26/8/2026), untuk membahas pengembangan Kampung Iklim di seluruh 86 desa di Kabupaten Takalar. Program ini memadukan upaya adaptasi perubahan iklim dengan pemanfaatan teknologi digital guna mendorong ekonomi masyarakat.

Rakor merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Takalar dengan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta. Gagasan Kampung Iklim diarahkan sebagai langkah nyata menghadapi dampak perubahan iklim melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Bupati Takalar bersama Armin Salassa mendorong agar rencana ini segera diterjemahkan menjadi program yang berjalan di tingkat desa.

Rakor dihadiri Kepala Dinas Pertanian Parawansa, Kepala Dinas Sosial dan PMD Andi Rijal, M., Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Irwan Rachman, Kepala Dinas Kominfo Suhardiyanto, S.STP., M.Si., serta perwakilan BPBD dan Satpol PP/Damkar. Seluruh perangkat daerah diminta menyelaraskan program agar isu lingkungan, pertanian, sosial, kebencanaan, dan digitalisasi desa ditangani secara terpadu.

BACA JUGA:  Bupati Daeng Manye Gelar Rakor Camat hingga Kepala Lingkungan: Perkuat Sinergi demi Pelayanan Optimal

Kolaborasi dengan Komdigi, melalui perwakilan Ibu Ning, juga akan memperkuat pengembangan Kampung Iklim yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Kepala Dinas Kominfo Takalar, Suhardiyanto, menegaskan digitalisasi desa sebagai kunci peningkatan daya saing daerah:

“Infrastruktur dan layanan digital membantu pemerintah desa meningkatkan pelayanan publik, mempercepat informasi, dan membuka peluang ekonomi lokal. Produk unggulan desa, UMKM, dan hasil pertanian dapat dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan visi Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.

Gerakan Kampung Iklim di 86 desa diharapkan melahirkan desa yang:

Peduli lingkungan dan perubahan iklim

​Adaptif dan tangguh menghadapi bencana

Produktif secara ekonomi

​Mampu memanfaatkan teknologi digital untuk kesejahteraan masyarakat