Mustaqiem juga mengimbau masyarakat agar tetap teliti dan cermat saat memilih hewan kurban. Ia menekankan pentingnya memastikan hewan yang dibeli memiliki tanda resmi lulus pemeriksaan dari petugas berwenang. Sebagai bentuk penegakan aturan, pihaknya juga menegaskan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti memperjualbelikan hewan sakit, cacat, atau tidak memenuhi standar kesehatan. Hal ini dilakukan agar tidak ada pihak yang merugikan dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan ibadah kurban di daerah tersebut.
“Kami berkomitmen menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Kesehatan dan keselamatan warga adalah prioritas utama. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami telah bekerja maksimal agar ibadah kurban berjalan lancar, aman, dan penuh berkah,” tambahnya. Tak hanya soal kesehatan hewan, Mustaqiem juga mengingatkan seluruh pelaku usaha dan warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lokasi pemeliharaan maupun tempat penyembelihan. Kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk mencegah timbulnya pencemaran dan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar.
Langkah sistematis yang diambil oleh Dinas Peternakan Kabupaten Takalar mencerminkan tanggung jawab pemerintah daerah dalam melayani dan melindungi masyarakat. Dengan adanya pengawasan ketat, pemeriksaan menyeluruh, penyuluhan, dan kesiapan tim penanganan, ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk. Jaminan kesehatan hewan kurban bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pengabdian agar ibadah yang dilaksanakan mendapatkan keberkahan, sekaligus tercipta lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga Kabupaten Takalar.













