Selain masalah pengemasan, pemerintah melalui DLHP juga meminta warga untuk mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang terlalu lama di pinggir jalan yang bisa mengundang lalat, bau busuk, dan mengganggu ketertiban umum. Kerja sama masyarakat dalam hal ketepatan waktu dan kerapian kemasan sampah akan memberikan dampak besar bagi kesehatan lingkungan secara menyeluruh.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah mengajak masyarakat menjadikan budaya hidup bersih sebagai gaya hidup, yang dimulai dari lingkungan rumah sendiri, lingkungan tetangga, hingga ke ruang publik. Takalar yang bersih, indah, dan membanggakan hanya bisa terwujud jika kita semua mau bergerak bersama, saling menjaga, dan disiplin dalam membuang sampah secara tertata.
“Kebersihan Takalar adalah cermin martabat kita bersama. Mari mudahkan pekerjaan petugas kita dengan mengemas sampah secara rapi dalam karung atau kantong plastik sebelum dibuang,” demikian pesan penutup dari pihak DLHP.
Melalui imbauan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi penerus Kabupaten Takalar yang lebih sehat, aman, dan bebas dari masalah persampahan. Mari kita dukung penuh semangat perbaikan ini dengan segera meningkatkan kepedulian pada kebersihan lingkungan sekitar kita setiap hari, tanpa terkecuali, dan wujudkan Takalar yang bersih serta membanggakan lewat aksi nyata mulai hari ini juga.












