Takalar, NusantaraInsight – Pemerintah Kabupaten Takalar memanfaatkan momen Reuni 40 Tahun Alumni Jurusan Teknik Elektro Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkenalkan kekayaan alam sekaligus melestarikan lingkungan melalui rangkaian kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan. Kegiatan ini berlangsung mulai Jumat sore hingga Minggu, 26–28 Juni 2026, dipimpin langsung oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye beserta rombongan alumni.
Rangkaian perjalanan dimulai dari Wisata Alam Parialau pada Jumat sore untuk menikmati keindahan senja. Hari berikutnya, Sabtu (27/6), rombongan bergerak ke Pulau Sanrobengi untuk melaksanakan aksi konservasi. Kemudian pada Minggu (28/6), kegiatan ditutup dengan mengunjungi Bendungan Pammukkulu yang terletak di Desa Kalekomara, Kecamatan Polombangkeng Utara.
Selain menjalin silaturahmi, kegiatan ini diisi dengan promosi pariwisata dan upaya pelestarian lingkungan. Di Pulau Sanrobengi, sebanyak 1.000 ekor burung terdiri dari jalak, caroco, parkit, dan pipit dilepaskan ke alam bebas. Ini menjadi tahap awal dari program pelepasan total sekitar 10.000 ekor burung secara bertahap untuk memperkaya keanekaragaman hayati dan mendukung konsep ekowisata berkelanjutan. Sementara itu, di Bendungan Pammukkulu, rombongan menikmati hamparan perbukitan hijau, bentangan air yang luas, serta udara sejuk yang menjadi daya tarik tersendiri.
Menurut Bupati Daeng Manye, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa. “Kami ingin para alumni menjadi duta promosi Takalar. Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka dapat menceritakan keindahan alam, keramahan masyarakat, serta potensi ekonomi yang dimiliki daerah ini kepada khalayak yang lebih luas,” jelasnya.
Pemerintah daerah melihat bahwa sektor pariwisata dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas menjadi kunci agar potensi wisata bahari, alam, hingga bendungan dapat dikembangkan secara maksimal.
Rangkaian kegiatan yang memadukan silaturahmi, promosi, dan pelestarian lingkungan ini mendapatkan tanggapan positif dari seluruh peserta. Mereka dapat menyaksikan langsung keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan. Melalui kunjungan ini, diharapkan semakin banyak orang mengenal Takalar sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Sulawesi Selatan yang layak dikunjungi.













