Makassar, NusantaraInsight — Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kota Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk periode 2026–2030 sebagai momentum memperkuat sinergi, komitmen, dan arah program organisasi dalam mendukung Program Bangga Kencana, Kamis (25/6/2026).
Raker tersebut dihadiri pengurus dan anggota IPeKB, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, serta mitra kerja terkait. Forum ini menjadi wadah merumuskan program kerja strategis, mengevaluasi capaian sebelumnya, dan menyusun langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat.
“Rapat kerja periode ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar penyuluh sehingga program Bangga Kencana dapat berjalan lebih efektif di lapangan,” ujar Ketua DPC IPeKB Kota Makassar Rahmatsah Said, S.KM, M.Kes, dalam sambutannya.
Ia menekankan perlunya pendekatan yang terintegrasi antara edukasi keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan stunting.
Dalam Raker dibahas sejumlah prioritas program, meliputi peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan berbasis kompetensi, penguatan layanan informasi keluarga berencana di tingkat kelurahan, dan strategi pendampingan keluarga rentan.
Peserta juga merumuskan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan capaian program dapat terukur.
“Fokus kami bukan hanya pada akses kontrasepsi, tetapi juga pada pemahaman holistik tentang keluarga berkualitas—termasuk nutrisi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan anak yang sehat,” kata salah satu peserta rapat.
Kepala Seksi Keluarga Berencana DPPKB Kota Makassar, [ menambahkan bahwa sinergi antar perangkat daerah dan mitra NGO menjadi kunci.
Raker IPeKB turut mengangkat isu percepatan penurunan stunting sebagai prioritas nasional yang memerlukan keterlibatan aktif penyuluh KB di lapangan. Peserta sepakat untuk mengintegrasikan kegiatan edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan balita ke dalam program penyuluhan keluarga berencana.
Selain penyusunan program, rapat juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain:
*Penguatan pelatihan teknis dan komunikasi interpersonal bagi penyuluh.
*Penyusunan modul penyuluhan terpadu yang memuat KB, gizi, dan layanan rujukan kesehatan.
*Pembentukan tim koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan untuk tindak lanjut program.
*Peningkatan kampanye publik tentang pentingnya keluarga berkualitas dan pencegahan stunting.













