Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri peringatan 20 tahun penanaman mangrove di kawasan Konservasi Mangrove, Kota Tarakan, Selasa (13/10).

Gubernur Zainal mengapresiasi panitia, pegiat lingkungan, dunia usaha, serta mitra internasional yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian mangrove di Kaltara selama dua dekade terakhir.

Ia menyebutkan, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan badai, menyerap karbon, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Ekosistem ini juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama 20 tahun dalam menjaga mangrove. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan,” kata Zainal.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, luas ekosistem mangrove di Kaltara, baik di area penggunaan lain maupun kawasan hutan, mencapai 326.396,37 hektare. Kawasan ini tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, hingga Kabupaten Tana Tidung.

BACA JUGA:  Sinergi Tanpa Batas: IKA SMANSA 82 Satukan Alumni dan Komunitas D2 Lewat Turnamen Domino

Zainal menegaskan, peringatan dua dekade penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi upaya pelestarian sekaligus memperkuat langkah ke depan, termasuk rehabilitasi kawasan pesisir yang kritis dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Lanjutnya, ia juga mendorong penguatan tata kelola mangrove melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, pegiat lingkungan dan masyarakat lokal. Selain menjaga ekosistem, mangrove perlu dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat serta pengolahan produk mangrove yang memiliki nilai tambah bagi warga pesisir.

“Pemprov Kaltara akan terus mendukung pelestarian mangrove. Kita ingin ekosistem ini tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Secara khusus, Zainal menyampaikan apresiasi kepada PT. Mustika Minanusa Aurora (MMA) beserta mitra dari Jepang dan Taiwan atas kontribusi waktu, tenaga, dan investasi dalam upaya pelestarian mangrove selama 20 tahun terakhir.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sehingga mangrove Kaltara tetap lestari dan mampu memberikan manfaat ekologis serta ekonomi bagi generasi mendatang.

BACA JUGA:  Patroli Cerdas untuk Hutan Lestari: Evaluasi Smart Patrol di Cenrana Dorong Perlindungan Hutan Lebih Presisi

“Saya percaya, jika kita tulus menjaga lingkungan, alam juga akan memberikan manfaat bagi kita. Mari bersama-sama menjaga mangrove Kaltara agar tetap lestari untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Peringatan 20 tahun penanaman mangrove tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama sebagai bentuk komitmen nyata menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Puji Iswaria, S.Hut., M.Si.; Kapokja Tata Kelola Ekosistem Mangrove, Sandi Prasetyo, S.T., M.Si.; Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is; perwakilan PT MMA Taiwan, Mr. Han Chia Yau; mitra PT MMA dari Jepang, Mr. Kenya Okushi; Direktur Eksekutif APINDO, Rudolf Saut, Ir., S.H., M.B.A.; Direktur Utama PT MMA, Fieyono Hiu; serta Ketua DPP APINDO Kaltara, Peter Setiawan.