News  

Pioner Bedah Laparoskopi Bangladesh Pimpin AMDA Internasional

Makassar, Nusantarainsight — Pioner Bedah Laparoskopi terkemuka Bangladesh, Prof. Dr. Sarder Nayeem Naim, terpilih sebagai Presiden Internasional Association of Medical Doctor of Asia (AMDA) — Asosiasi Dokter Medik Asia — periode 2026-2028.

Pengumuman nama Chairman Japan Bangladesh Friendship Hospital sebagai Presiden AMDA Internasional disampaikan langsung Presiden AMDA Internasional periode sebelumnya, Prof.dr. Andi Husni Tanra, Ph.D.,Sp.An, pada acara pembukaan Seminar Internasional AMDA di Mother and Chidren Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo,Tamalanrea Makassar, Sabtu (19/9/2026). Pada kesempatan yang sama juga diumumkan President of AMDA Indonesia yang dijabat Prof.dr.Syarifuddin Wahid, Ph.D. dan Chapter 2 AMDA Indonesia, Dr.dr. Nasruddin AM, Sp.OG (K), Subsp Obginos, MARS, M.Sc., FISQua, AIFO-K. yang juga menjabat Dekan Fakultas Kedokteran UMI Makassar.

Seminar internasional dua hari tersebut, pembukaannya juga dihadiri Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Dr. Ohashi Koicihi, MPA, Founder AMDA Dr. Shigeru Suganami, Presiden AMDA Nepal Dr.Rohit Kumar Pokharel, Direktur RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo, dr. Anas Ahmad, SP.B., FICS, FISQua yang menggantikan Prof.dr. Syahri Kamsul Arif, SP.An-KIC, KAKV, 19 Februari 2026 silam. Konferensi internasional ini juga dihadiri dan peserta dari Taiwan, India, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Korea Selatan, Bangladesh, dan Indon esia sebagai tuan rumah.

BACA JUGA:  Alumni Angkatan 1987 Fakultas Teknik Unhas dari Seluruh Indonesia Akan Reuni Akbar di Yogyakarta

Presiden AMDA Internasional yang lama Prof.dr.A.Husni Tanra, Ph.D. Sp.An. mengatakan, konferensi internasional kali ini bertepatan dengan transisi kepemimpinan AMDA dari dirinya kepada Prof. Sarder Nayeem Naim dari Bangladesh.

“Meskipun ada pergantian kepemimpinan, AMDA tetap konsisten melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan penuh kepercayaan,” ujar doktor lulusan Hiroshima University Jepang, 1975 itu.

Prof. Husni Tanra menyampaikan terima kasih atas respons peserta menghadiri konferensi internasional ini. AMDA tetap konsisten terhadap kegiatan kemanusiaan yang tidak mengenal batas negara, agama, dan budaya. AMDA bekerja berdasarkan semangat gotong royong, living together (hidup bersama).

“Saya berharap dengan kepemimpinan baru AMDA tentu akan bekerja dengan energi baru dalam merespons masa depan,” ujar Prof, Husni yang tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada para relawan AMDA yang telah mewakafkan tenaga, waktu, dan moril untuk melaksanakan kegiatan AMDA selama ini.

Founder AMDA Internasional Dr.Shigeru Suganami mengenang, 40 tahun silam dia bertemu dengan Husni Tanra yang baru menyelesaikan pendidikannya di Hiroshima. Dalam pertemuan tiga menit menjelang keberangkatan Husni ke Indonesia, Suganami hanya membicarakan satu poin.