Makassar, NusantaraInsight — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar merespons situasi pemadaman listrik bergilir yang tengah berlangsung di wilayah tersebut. Melalui unggahan di media sosial resminya, (2/9/2026), kepala dinas DPPPA Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes, menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama periode ini.
Dalam keterangannya, pihak DPPPA menekankan bahwa pemadaman listrik bukan hanya tentang hilangnya penerangan, tetapi juga menyangkut keamanan dan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga. Untuk itu, DPPPA Kota Makassar memberikan 6 langkah praktis sebagai panduan bagi warga:
- Siapkan Penerangan Darurat: Gunakan senter atau lampu isi ulang (rechargeable) dan simpan di lokasi yang mudah dijangkau saat gelap.
- Dampingi Anak-anak: Pastikan anak-anak tidak dibiarkan bermain di area yang gelap. Jauhkan mereka dari benda berbahaya seperti lilin yang menyala, kabel listrik, atau stopkontak.
- Hati-hati Menggunakan Lilin: Jika menggunakan lilin, letakkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak maupun benda yang mudah terbakar.
- Cabut Peralatan Elektronik: Lepaskan stopkontak perangkat yang tidak digunakan untuk mencegah kerusakan akibat korsleting saat listrik menyala kembali.
- Pastikan Keamanan Rumah: Rutin periksa pintu, jendela, dan lingkungan sekitar rumah, terutama saat malam hari untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan.
- Jaga Kenyamanan Keluarga: Tetap tenang, saling menjaga, dan ciptakan suasana yang aman bagi anak-anak agar mereka tidak merasa takut.
Di bagian akhir pesannya, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes, menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam menghadapi situasi ini demi melindungi setiap anggota keluarga. Pemadaman listrik bergilir ini diperkirakan akan berlangsung hingga 5 September 2026. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dan mengikuti panduan keselamatan tersebut dengan saksama.












