News  

Menjajaki Kolaborasi Garda Pangan dan Yayasan Butta Porea Indonesia

Makassar, NusantaraInsight — Garda Pangan dari Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Butta Porea Indonesia di Makassar dalam rangka menjajaki peluang kerja sama untuk pengembangan program Garda Pangan di Kota Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Pangerang, Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, menyampaikan bahwa peluang pengembangan konsep food bank di Makassar sangat besar. Hal ini didukung oleh masih banyaknya potensi pangan berlebih yang berasal dari berbagai sumber, seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, maupun pelaku usaha makanan, yang belum terkelola secara optimal. Di sisi lain, masih terdapat banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan akses terhadap pangan yang layak.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk membangun sebuah ekosistem pangan yang tidak hanya berorientasi pada distribusi bantuan, tetapi juga pada pengurangan sampah makanan (food waste), peningkatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Apabila kerja sama antara Garda Pangan dan Yayasan Butta Porea Indonesia dapat diwujudkan, sinergi kedua lembaga ini berpotensi melahirkan sebuah program sosial dan lingkungan yang luar biasa. Garda Pangan memiliki pengalaman dalam mengelola dan mendistribusikan pangan berlebih, sementara Yayasan Butta Porea Indonesia memiliki basis kegiatan dan pengalaman di bidang ketahanan pangan melalui konsep Urban Farming.

BACA JUGA:  Hari ini, TVRI Sulsel Siarkan Program Perdana Pappaseng Ri Elompugi

Kedua entitas NGO (Non-Governmental Organization) ini memiliki potensi untuk membangun model kolaborasi yang saling melengkapi dan saling menguatkan. Program Garda Pangan yang telah berhasil dikembangkan di Pulau Jawa dapat diperluas ke Makassar dengan dukungan Yayasan Butta Porea Indonesia sebagai salah satu penggerak dan produsen pangan berbasis Urban Farming.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menciptakan hubungan antara pangan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sebuah ekosistem terpadu:

Food Rescue → Food Bank → Urban Farming → Pemberdayaan Masyarakat → Zero Waste → Ketahanan Pangan.

Dengan pendekatan tersebut, pangan berlebih tidak lagi berakhir menjadi sampah, tetapi dapat diselamatkan, dikelola, dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada saat yang sama, produksi pangan melalui Urban Farming dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan lokal.

Model kolaborasi ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong gerakan Zero Waste dan pembangunan kota yang lebih berkelanjutan. Karena itu, sinergi Garda Pangan dan Yayasan Butta Porea Indonesia di Makassar bukan sekadar kerja sama antarlembaga, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk menyelamatkan pangan, mengurangi sampah, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.