Pastikan Kawal Persoalan Antrean BBM, Appi Temui Petinggi Pertamina Minta Semua Nozzle SPBU Diaktifkan

Makassar, NusantaraInsight — Keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Makassar mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.

Tak ingin persoalan tersebut berlarut dan mengganggu aktivitas masyarakat, Appi turun langsung mencari solusi dengan mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar, Jumat (11/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Appi didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda. Mereka diterima Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran petinggi Pertamina.

Appi menegaskan, kedatangannya merupakan bentuk empati sekaligus respons pemerintah Kota terhadap keluhan masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan antrean panjang di SPBU.

Ia meminta Pertamina bersama para pengelola SPBU segera mencari langkah taktis agar masyarakat umum tidak menjadi korban dari persoalan distribusi maupun pelayanan BBM.

“Tujuan kami kesini bagaimana solusi. Tolong pihak Pertamina dan pengelola SPBU carikan jalan keluar. Jangan masyarakat umum yang jadi korban,” tegas Appi mengawali pembicaraan.

BACA JUGA:  Bawa Sapta Mulia, Kota Makassar Pamer Inovasi Unggulan di APEKSI 2026

Menurut orang nomor satu Kota Makassar ini, penanganan antrean tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan stok BBM, tetapi langkah nyata pihak Pertamina dan pemilik SPBU.

Ia menyarankan, agar perlu ada pengaturan di lapangan agar kendaraan yang datang ke SPBU dapat dilayani secara lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean yang mengular hingga mengganggu arus lalu lintas.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah penambahan atau aktivasi semua nozzle (selang pengisian) dan penambahan petugas operator merupakan salah satu solusi utama yang sangat efektif untuk mengurai antrean panjang di SPBU.

Menurutnya, langkah ini mempercepat waktu pelayanan per kendaraan, sehingga perputaran antrean menjadi jauh lebih lancar.

Selain itu, pengaturan waktu pengisian berdasarkan jenis kendaraan, termasuk kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi, hingga bus.

Pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan membuat alur pengisian atau sistem klasterisasi kendaraan, termasuk menentukan waktu kendaraan masuk untuk melakukan pengisian BBM.

“Antrean mengular karena keterbatasan petugas, misalnya 4 Dispenser di SPBU hanya dijaga oleh 1 orang. Perlu penambahan petugas agar setiap nozzle aktif agar memotong waktu tunggu kendaraan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Hanura Sulsel Siap Support Program Pemkot

“Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur jadwalnya,” tambah Appi.