Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sejak Dini Jadi Tema Peringatan Maulid di SDN Tanggul Patompo 2 Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di UPT SPF SDN Tanggul Patompo 2, Jalan Opu Daeng Risadju, pada Rabu, 9 September 2026, berlangsung khidmat.

Kepala UPT SPF SDN Tanggul Patompo 2, Hj Nahidha Mallapiang, S.Pd, M.Pd, mengatakan tema peringatan maulid tahun ini di sekolahnya adalah “Pengembangan Karakter Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sejak Dini dalam Menjaga Lingkungan”.

br

Tujuannya agar anak-anak senantiasa ingat dan meneladani perilaku Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sekaligus juga menjadi karakter terpuji dalam upaya mereka menjaga lingkungan, baik lingkungan alam dengan menjaga keindahan dan kebersihan, maupun lingkungan sosial dengan hidup saling rukun dan menghargai sesama teman.

Ustaz Zainal Karaing, S.Pd.I, M.Pd, yang tampil menyampaikan ceramah, banyak berinteraksi berupa tanya jawab dengan anak-anak. Sehinggah hikmah maulid yang disampaikan terasa lebih dialogis

Ustaz Zainal yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Inpres Jongaya 1, menekankan pentingnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW agar kita selalu meneladani Nabi.

BACA JUGA:  29 Siswa SMKN 9 Makassar Raih Beasiswa Industri dari PT. Nirvana Niaga Sejahtera

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiulawal, yang tahun ini, menurut kalender Masehi, jatuh pada 25 Agustus 2026.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Makkah pada 12 Rabiulawal, tahun Gajah (517 M), sebagai pembawa rahmat bagi sekalian alam. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibunya, Aminah binti Wahab.

Ustaz Zainal mengingatkan orangtua agar memberi nama anak, dengan nama-nama yang baik. Sebab, katanya, nama adalah doa. Sebagaimana orangtua Nabi memberi nama anaknya, Muhammad, artinya orang yang sangat terpuji.

Terkait aspek lingkungan, ustaz Zainal berkali-kali berpesan untuk berdisiplin memilah sampah. Karena, katanya, tidak semua orang tahu dan terbiasa, bagaimana memilah sampah. Apakah sampah organik, anorganik, atau residu.

Ustaz Zainal menyinggung dampaknya bila lingkungan tidak terjaga dengan baik. Maka kebakaran hutan, longsor, dan banjir bisa terjadi di mana-mana.

Penting bagi anak-anak sejak dini, diajak menanam pohon di lingkungan sekitar, agar membantu menciptakan udara yang bersih dan segar, serta demi keasrian, dan keindahan.

Tidak kalah pentingnya, kata ustaz Zainal, adalah lingkungan sosial yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Anak-anak butuh role model.

BACA JUGA:  STIE AMKOP Makassar Perkenalkan Keunggulan Akademik di Expo LLDIKTI IX 2026 di Makassar

Didikan orangtua akan ikut menentukan karakter anak. Begitipun dengan lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulannya akan ikut membentuk jati diri anak.

Dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, anak-anak tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah. Mereka juga membaca salawat Nabi, serta pertunjukan seni budaya islami, seperti puisi, menari, dan menyanyi.

br
br