HPTKes Indonesia: Implementasi OBE Harus Bermuara pada Kompetensi Lulusan

Jakarta, NusantaraInsight — Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (HPTKes Indonesia) akan menggelar Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, 23-24 September 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan perguruan tinggi kesehatan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

br

Sekretaris Jenderal HPTKes Indonesia, Dr Andi Maryam SST MKes, kepada media, Kamis (3/9/2026), mengatakan workshop mengangkat tema “Penguatan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Kesiapan Akreditasi Perguruan Tinggi.”

Menurut Andi Maryam, penguatan kurikulum menjadi bagian penting dalam upaya perguruan tinggi menjaga dan meningkatkan mutu proses pendidikan.

Terlebih, perguruan tinggi kesehatan dituntut menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan capaian pembelajaran.

Workshop tersebut akan diikuti pimpinan perguruan tinggi kesehatan, dosen, ketua program studi, tim kurikulum dan praktisi pendidikan kesehatan.

Hadirkan Dirjen Dikti
Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir dalam workshop tersebut. Di antaranya Ketua Umum HPTKes Indonesia Prof Budi Djatmiko MSi dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Khairul Munadi MEng.

BACA JUGA:  Dr H Gunawan Bata Ilyas: STIE AMKOP Gercap Lakukan Inovasi Menata Kelola Perguruan Tinggi

Selain itu, tampil Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) Prof dr Usman Chatib Warsa SpMK PhD serta Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT, Tim Ahli Strategi dan Sistem Transformasi Pembelajaran Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek.

Dr Andi Maryam SST MKes juga menjadi salah seorang narasumber.

Andi Maryam menjelaskan, workshop akan mengupas konsep dan prinsip OBE, desain kurikulum OBE yang relevan dan berkelanjutan, serta implementasinya dalam pembelajaran dan asesmen.

Materi lainnya menyangkut strategi peningkatan mutu pembelajaran berbasis OBE serta kesiapan dan strategi menghadapi akreditasi perguruan tinggi.

“Workshop ini diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai OBE, tetapi juga membantu peserta dalam implementasinya di perguruan tinggi masing-masing,” kata Andi Maryam.

Kurikulum Harus Adaptif
Menurutnya, perkembangan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi semakin adaptif dalam mengembangkan kurikulum.

Proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi harus memastikan capaian pembelajaran benar-benar tercermin dalam kompetensi lulusan.

Karena itu, implementasi OBE perlu memiliki kesinambungan mulai perencanaan kurikulum, proses pembelajaran hingga asesmen.

br
br