Peringatan HAN 2026, DPPPA Makassar Angkat Semangat La Galigo: “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”

Makassar, NusantaraInsight —  Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 berlangsung dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama.” Acara ini menegaskan hak setiap anak untuk tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, aman, dan mendukung perkembangan potensi mereka.

Tema dan subtema HAN 2026 mengajak masyarakat untuk memanfaatkan nilai-nilai luhur La Galigo—warisan budaya Sulawesi Selatan yang sarat kearifan lokal, keberanian, kebersamaan, dan penghormatan antarwarga—sebagai landasan dalam pembentukan karakter anak. Melalui pengenalan budaya dan nilai-nilai lokal, anak diharapkan mampu mengenal jati diri, mengembangkan kreativitas, serta berprestasi tanpa mengesampingkan akhlak dan identitas budaya.

br

“Kita ingin menjadikan La Galigo bukan sekadar warisan materi, tetapi sumber nilai yang membentuk karakter generasi muda. Anak-anak harus dibimbing untuk mencintai budaya sendiri sambil diasah keterampilan dan kreativitasnya agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar dr. Ita Isdiana Anwar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Minggu (2/8/2026)

BACA JUGA:  Kadis PU Makassar Hadiri Penandatanganan MoU pada IGS 2026

dr. Ita menambahkan bahwa momentum HAN 2026 menjadi panggilan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam perlindungan anak. “Pemerintah kota, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan keluarga perlu bersinergi menciptakan ruang ramah anak—mulai dari sekolah yang aman, lingkungan bermain yang terlindungi, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan yang merata,” kata dr. Ita.

Dalam praktiknya, peringatan tahun ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan edukatif dan budaya yang melibatkan anak-anak dari berbagai kecamatan di Makassar, seperti pementasan cerita La Galigo, lokakarya seni dan budaya, lomba kreatifitas anak, serta seminar singkat tentang hak anak dan perlindungan dari kekerasan. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong partisipasi aktif anak serta memperkuat keterlibatan komunitas lokal.

Kepala DPPPA Makassar juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pelaporan sebagai bagian dari sistem perlindungan anak. “Selain mendorong program positif, kami terus memperkuat mekanisme pelaporan dan penanganan kasus untuk memastikan setiap pelanggaran hak anak mendapat respons cepat. Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan atau pelanggaran,” ujar dr. Ita.

BACA JUGA:  Lurah Parang Tambung Andi Anugerah Tenti Esa Menyatu Dengan Warga Lorong Daeng Jakking Rayakan Hari Kemerdekaan

Pemerintah kota menargetkan upaya kolaboratif ini akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berbudaya—siap menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. Program-program lanjutan yang akan digencarkan termasuk peningkatan layanan kesehatan anak, program pendidikan karakter berbasis budaya lokal, dan fasilitas ruang bermain aman yang tersebar di wilayah permukiman.

brbr
brbr
br