News  

Founder K-apel Serahkan Buku Surat Cinta untuk Suami kepada Anggota DPR RI

Makassar, NusantaraInsight — Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, menyerahkan buku berjudul Surat Cinta untuk Suami kepada Anggota DPR RI, Dr. Hj. Meity Rahmatia, M.M., dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di New World Cafe, Makassar, Senin (20/7/2026).

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol apresiasi atas lahirnya karya literasi dari tangan para ibu rumah tangga yang selama ini dibina melalui berbagai program literasi K-apel. Buku Surat Cinta untuk Suami merupakan kumpulan tulisan yang berisi ungkapan kasih sayang, doa, penghargaan, serta refleksi para istri terhadap perjalanan kehidupan rumah tangga mereka.

br

Kepada media ini, Founder K-apel Rahman Rumaday menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil proses pendampingan menulis yang dilakukan secara berkelanjutan kepada para ibu binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) di Lorong Daeng Jakking Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate Kota Makassar.

“Selama ini banyak yang menganggap bahwa menulis hanya milik akademisi atau penulis profesional. Padahal setiap orang memiliki cerita yang layak diwariskan. Melalui buku Surat Cinta untuk Suami, kami ingin membuktikan bahwa ibu rumah tangga pun mampu melahirkan karya yang tidak hanya indah dibaca, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keluarga,” ujar Rahman.

BACA JUGA:  Tegas, Wali Kota Minta Jajaran Pemkot Jaga Ketertiban Kota

Ia menambahkan, gerakan literasi yang dibangun K-apel tidak hanya sebatas mengajarkan teknik menulis, melainkan juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat ketahanan keluarga, serta menghadirkan budaya membaca dan menulis hingga ke lorong-lorong permukiman.

“Ketika seorang ibu mulai menulis, sesungguhnya ia sedang mendokumentasikan cinta, pengalaman, dan hikmah kehidupan yang kelak menjadi warisan berharga bagi anak-anaknya. Karena itu, kami percaya bahwa membangun peradaban dapat dimulai dari sebuah keluarga yang gemar membaca dan menulis,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Hj. Meity Rahmatia, M.M. menyampaikan apresiasi atas inisiatif K-apel dalam memberdayakan kaum perempuan melalui gerakan literasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan contoh nyata bahwa literasi mampu menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi keluarga.

“Saya mengapresiasi semangat K-apel yang terus mendorong ibu-ibu untuk berkarya. Buku ini bukan sebatas kumpulan tulisan, tetapi menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menginspirasi melalui tulisan. Saya berharap gerakan seperti ini terus berkembang dan mampu melahirkan semakin banyak penulis dari kalangan masyarakat,” ungkap Meity.

brbr
brbr
br