Makassar, NusantaraInsight — Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 Kamis (16/7/2026) dini hari di Stadion Atlanta, AS. Kemenangan ini mengantar tim Tango ini sukses mengulang prestasinya empat tahun silam di Qatar, saat melaju ke final, kemudian berhadapan dengan Prancis di final dan tampil sebagai juara.
Kali ini meskipun bukan Prancis, Argentina juga menghadapi ‘badai’ Eropa, Spanyol yang tidak kalah ganasnya saat mematikan pergerakan dua pemain bintang Prancis Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele. Kedua pemain ini tidak berdaya berhadapan dengan M.Oyarzabal dan kawan-kawan.
Argentina merebut semua kemenangan dari tujuh laga hingga ke babak semifinal dengan mencetak 19 gol dan kebobolan 7 gol. Dari tujuh kemenangan itu, saya mengamati ada dua hal yang paling menonjol.
“Injury Time”
Pertama, memanfaatkan tekanan ‘injuri time’. Dari 19 gol yang dicetak pemain Argentina, 8 gol di antaranya lahir pada masa ‘injury time’ dan tiga di antaranya menentukan kemenangannya. Dari tujuh pertandingan, Argentina benar-benar memanfaatkan masa menjelang pertandingan usai itu dengan mencetak gol mengagetkan. Saat melawan Tanjung Verde pada tanggal 4 Juli 2026, gol Martinez pada menit ke-92 mengunggulkan Argentina, meskipun Tanjung Verde berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-103 melalui Sidney Lopez. Argentina memetik kemenangan karena pemain Tanjung Verde, Diney pada menit 111 melakukan gol bunuh diri.
Saat berhadapan dengan Mesir, Argentina pun mencuri gol penentu kemenangan melalui masa-masa menjelang akhir laga. Gol E.Fernandes pada menit ke-90+3 berhasil menggagalkan keberhasilan Mesir mempertahankan skor 2-2 hingga tambahan waktu 2×15 menjelang. Gol Fernandes tersebut membuat pertandingan tuntas dengan skor 3-2 untuk Argentina.
Ketika berhadapan dengan Swiss dua gol Argentina lahir pada perpanjangan waktu, Alvares pada menit ke-112 dan E.Martinez dada menit ke-120+1 yang membuat kedudukan 3-1 untuk Argentina, meninggalkan skor imbang 1-1.
Yang paling dramatis pada pertandingan semfinal saat Argentina berhadapan dengan Inggris, Kamis (16/7/2026) di Stadion Atlanta. Pemain Inggris, A.Gordon berhasil membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-55. Gol ini bertahan selama 30 menit, sebelum E.Fernandes merobek jala Pickford pada menit ke-85. Dan luar biasanya, pada masa ‘injury time’, L.Martinez menggagalkan pertandingan berlanjut ke tambahan waktu 2×15 dengan gol penentu kemenangan Argentina pada menit ke-90+2.
Begitulah Argentina sangat termotivasi untuk membalas ketertinggalan dengan mencetak gol penentu kemenangan menjelang akhir laga. Setelah memperhatikan beberapa penampilan pemain Argentina, Lionel Messi seperti mampu menghipnotis teman-temannya untuk terus menggempur pertahanan lawannya dan menghasilkan gol. Praktik inilah yang membuat Harry Kane dan kawan-kawan dipaksa bermain bertahan, tetapi memberi kesempatan kepada Argentina mengurung daerahnya. Messi dan kawan-kawan terus mencari ruang menusuk ke jantung pertahanan Inggris untuk menciptakan gol. Dan itulah yang terjadi pada gol pertama Argentina, satu tandulan Fernandez, menyobek jala Pickford.


br
br
br






br
br






br