Jumriani, Sosok Peraih Emas Petanque untuk Bantaeng di Porsenijar PGRI Sulsel 2026

Jumriani
Atlet Petanque Bantaeng foto bersama Wakil Bupati Sidrap Nur Kana'ah

Sidrap, NusantaraInsight — Sorak sorai dan tepuk tangan menyertai langkah Jumriani, S.Pd., Gr., saat namanya terpanggil sebagai juara pada cabang petanque di Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026. Atlet muda asal Bantaeng itu berhasil menorehkan medali emas untuk kontingen PGRI Kabupaten Bantaeng, hasil dari kerja keras, disiplin, dan kebersamaan yang tak kenal lelah.

Lahir 2 Februari 2001 dan alumnus Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Megarezky (UNIMERZ), perjalanan Jumriani bersama petanque dimulai dari rasa ingin tahu—sekadar mencoba yang kemudian berubah menjadi panggilan hati. “Awalnya hanya untuk menambah pengalaman, tapi semakin lama saya jatuh cinta pada olahraga ini,” ungkapnya dengan mata berbinar, Senin (6/7/2026).

Langkahnya menuju puncak bukan tanpa jejak. Sejak menorehkan podium pada berbagai kejuaraan daerah—termasuk juara tiga triple women di Porda XVI Pinrang (2018) dan medali perunggu single women di Praporprov XVII Pangkep (2021)—Jumriani terus mengasah kemampuan. Ia juga aktif berlaga di sejumlah event seperti Porprov, Sulsel Open, dan seleksi Prapon, hingga lolos ke Porprov lewat BK Porprov Kabupaten Bantaeng 2025.

BACA JUGA:  Perhatian ! ini Kriteria Penilaian Defile Porsenijar 2026 di Sidrap

Di balik medali emas itu ada rutinitas yang ketat: latihan disiplin menurut jadwal pelatih, menjaga kebugaran, pola makan teratur, serta cukup istirahat. Persiapan mental tak kalah penting—percaya diri, fokus, dan doa menjadi bagian dari ritual sebelum bertanding. Semua itu ia jalani bersama pelatih dan partnernya, Ibu Husna, yang juga menjadi sumber motivasi.

“Saya sangat bersyukur, bangga, dan bahagia. Prestasi ini adalah buah kerja keras, latihan konsisten, disiplin, dan kekompakan tim,” kata Jumriani, yang tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pelatih, keluarga, teman, serta pengurus FOPI dan PGRI Kabupaten Bantaeng atas dukungan mereka.

Bagi Jumriani, medali emas di Sidrap bukanlah garis finish, melainkan awal dari target yang lebih tinggi. Ia bertekad melanjutkan latihan dan mengasah teknik agar mampu mengharumkan nama Bantaeng di pentas yang lebih besar.

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 digelar di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli dan diikuti kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Selain olahraga, ajang ini menampilkan seni dan pembelajaran, menjadi wadah kebersamaan para pendidik sekaligus merayakan prestasi di bidang yang mereka cintai. (Ismail)