Sidrap, NusantaraInsight — PGRI Kota Makassar harus melakukan perjuangan keras untuk bisa mempertahankan medali emas bulutangkis pada Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) 2026 di Kabupaten Sidrap. Di mana sebelumnya PGRI Makassar pada Porseni di Soppeng juga menjuarai ajang ini.
Bertanding di Lapangan Bulutangkis PBSI, Gedung Masyarakat Pangkajene, Minggu (5/7/2026). Atlet bulutangkis PGRI Kota Makassar mendapatkan perlawanan ketat dari PGRI Kabupaten Gowa.
Pertandingan bulutangkis yang menggunakan sistem beregu Sudirman ini, pada pertandingan pertama menurunkan tunggal putri. Pada laga ini PGRI Gowa unggul atas PGRI Makassar. (0-1) untuk Gowa.
Tak mau kalah, tunggal putra PGRI Makassar membuat kedudukan imbang, setelah menang 2 set langsung atas altet tunggal putra Gowa, skor (1-1).
Laga mulai memuncak, Ganda Putra Makassar berhasil membalikkan keadaan setelah unggul atas ganda putra Gowa, skor 2-1 untuk Makassar.
Antiklimaks terjadi pada laga ke-empat, Ganda Putri Makassar, dikalahkan oleh Ganda Putri Gowa dengan skor 2-0. Gowa berhasil menyamakan kedudukan 2-2.
Laga kelima atau laga penentu yang menurunkan ganda campuran, menjadi pertandingan final yang sesungguhnya, karena kedua regu campuran yang diturunkan sangat berimbang.
Pada babak pertama, tim Gowa berhasil mengambil set dan unggul 1-0 atas Makassar. Di babak kedua, Makassar berhasil menyamakan kedudukan 1-1, jadi harus dilanjutkan pada babak rubber set. Pada babak ini, terjadi kejar-kejaran angka, Makassar unggul lebih dulu 10 : 8, namun Gowa berhasil menyalip 10-11 dan selanjutnya beristirahat.
Setelah jeda, Makassar mulai mengejar dan memperlebar jarak, mulai dari 15 : 12, kemudian 17 : 13 lalu 19 : 17.
Momentum didapat Kabupaten Gowa setelah pemain Makassar melakukan berbagai kesalahan akhirnya disamakan kedudukan menjadi 19 : 19 oleh Gowa.
Makassar tersentak, ia kemudian berhasil menambah angka menjadi 20 : 19 dan match point. Namun ini tak dimanfaatkan oleh atlet Makassar yang kembali terkejar menjadi 20:20 yang menandakan terjadi Deuce.
Pada babak inilah, Makassar bangkit dan berhasil menundukkan tim Gowa serta membawa Medali emas ke ibukota Sulawesi Selatan itu.
Ketua PGRI Kota Makassar Dr. Pantja Nur Wahidin yang dihubungi usai pertandingan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doa para atlet Makassar untuk mempertahankan tradisi emas di cabang bulutangkis.
“Ini juga tak lepas dari doa, dukungan dan juga semangat dari teman-teman semua sehingga kita berhasil mempertahankan tradisi emas bulutangkis di Porsenijar 2026 kali ini,” ucapnya.













