PGRI Wajo dan PGRI Bantaeng Berbagi Emas di Cabor Petanque Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

Sidrap, NusantaraInsight — Pada Sabtu (4/7/2026) di Lapangan Pétanque Stadion Ganggawa Sidrap, cabang olahraga Pétanque melangsungkan laga final antara Tim Putra (Double Man) Wajo vs Tim Putra Makassar dan Tim Putri Bantaeng vs Tim Putri Parepare (Double women)

Tim Pétanque PGRI Wajo Comeback

Tim putra Wajo yang kali ini menurunkan Askar, S.Pd.Gr dan Agustan, S.Pd.Gr. Sedangkan Tim putra Makassar menurunkan duet Dirman, S.Pd.,Gr dan Muh. Sahib, S.Pd.Gr.

Laga kedua tim ini sangat alot, awal laga tim Makassar sempat memimpin jauh atas rivalnya tim Wajo.

Namun dengan kesabaran duet Askar/Agustan, sepuluh menit tersisa berhasil comeback dan dapat mengalahkan tim Makassar dengan angka 11-10.

Hasil ini memberikan emas pertama untuk kontingen kabupaten Wajo, sedangkan Makassar harus puas membawa pulang medali perak.

Sedangkan untuk medali perunggu diraih oleh kontingen Sidrap dan Soppeng.

Emas Pertama PGRI Bantaeng

Setali tiga uang dengan tim Wajo, Tim PGRI Bantaeng juga menyumbangkan medali emas pertama untuk kontingen Butta Toa ini. Mereka yang diwakili oleh duet Jumriani, S.Pd.,Gr dan Husnah, S.Pd.,MM berhasil mengalahkan perlawanan alot dari tim Parepare yang diwakili oleh Irmawaty, S.Pd dan Nur Maghfirah, S.Pd.,Gr.

BACA JUGA:  Waspada, PGRI Gowa Berangkatkan Lebih 2.000 Peserta ke Sidrap, Target Tiga Besar

Untuk medali perunggu diraih oleh tim PGRI Enrekang dan PGRI Makassar.

Pengalungan Medali

Wakil bupati Sidrap Nur Kana’ah yang datang untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang memberikan pesan-pesan agar para atlit yang berlaga hari ini untuk fokus pada satu cabang olahraga saja.

“Kita harus fokus kepada satu bidang saja, jangan semua mau dicoba dan akhirnya gagal,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para juara yang telah berhasil meraih prestasi untuk Porsenijar 2026 kali ini.

Ketua PGRI Sidrap ini juga menceritakan bahwa perhatian Pemkab Sidrap melalui Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif kepada olahraga Pétanque cukup tinggi.

“Ini dibuktikan dengan pembangunan lapangan Petanque yang hanya dalam jangka waktu 2×24 jam. Bahkan pak Bupati mengawasi langsung hingga pukul 03.00 WITA dinihari,” tukasnya.

Ia berharap agar para atlit, utamanya di Sidrap dapat memanfaatkan lapangan ini sebaik mungkin karena Pemkab Sidrap sudah memberikan fasilitas.

“Jangan sampai lapangan ini tidak terpakai dan hanya jadi lapangan parkir,” tegasnya.

BACA JUGA:  Tampil Perdana di Porsenijar 2026, Diana Permatasari Bertekad Bawa Pulang Medali Emas Nyanyi Solo ke Gowa

“Semoga Sidrap bisa menghasilkan atlet-atlet yang mewakili Indonesia di tingkat internasional,” pungkasnya.

Pengalungan medali dan pemberian penghargaan ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua FOPI Sulsel, Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr. Abdi, penanggungjawab Cabor Pétanque Dr. H. Muliono Caco dan Kadispora Sidrap.