Majene, NusantaraInsight — Diseminasi dan Pameran Kuliner Ikan Ambu digelar untuk menghidupkan kembali kearifan maritim masyarakat Mandar dan memperkuat identitas budaya pesisir.
Kegiatan bertajuk “Menghidupkan Kearifan Lokal Maritim Mandar Melalui Pelestarian Tradisi Ikan Ambu Sebagai Warisan Budaya Pesisir” akan berlangsung di Dapur Mandar, Senin (29/6/2026).
Acara yang akan dimulai pukul 09.45 WITA ini menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang kebudayaan dan penelitian pesisir, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Majene Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si; Tenaga Ahli Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yassin; pegiat budaya maritim Muhammad Ridwan Alimuddin; dan peneliti serta pelaku budaya pesisir Dr. Nurjirana, S.Kel.
Fokus pada kearifan lokal
Dalam keterangannya kepada media, Sabtu (27/6/2026), Dr. Nurjirana menekankan pentingnya Ikan Ambu bukan sekadar makanan, tetapi juga media pengetahuan tradisional yang mengikat nilai-nilai sosial dan praktik kelautan Mandar.
“Ikan Ambu mengandung pengetahuan tentang musim tangkap, teknik pengolahan yang ramah lingkungan, serta tata kelola sumber daya pesisir yang diwariskan turun-temurun,” ujar Dr. Nurjirana.
Ia melanjutkan bahwa pelestarian Ikan Ambu berperan ganda, selain menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas pesisir.
Ia juga mengingatkan bahwa proses pembuatan dan tradisi konsumsi Ikan Ambu menyimpan praktik-praktik adaptif terhadap perubahan lingkungan laut.
“Ketika generasi muda memahami proses produksi dan nilai budaya di balik Ikan Ambu, mereka lebih mungkin meneruskan praktik pengelolaan laut yang berkelanjutan,” tambahnya.
Upaya Pelestarian Terpadu
Kegiatan ini juga akan menampilkan diskusi tentang pendaftaran tradisi kuliner sebagai warisan budaya, demonstrasi pengolahan Ikan Ambu, serta pameran produk kuliner lokal.
Dr. Nurjirana mengatakan para narasumber akan menyoroti juga aspek perlindungan hukum melalui mekanisme cagar budaya serta akan memaparkan peran komunitas nelayan dalam menjaga praktik tradisional.
Ia melanjutkan bahwa peran pemerintah daerah akan menyatakan dukungan kepada inisiatif yang menggabungkan budaya, pendidikan, dan pengembangan ekonomi lokal melalui wisata kuliner.
“Ini kesempatan memperkenalkan kuliner pesisir Mandar kepada publik yang lebih luas dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku lokal,” katanya lagi.
Dampak dan Rekomendasi
Dr. Nurjirana juga akan merekomendasikan beberapa langkah praktis untuk memastikan Ikan Ambu bertahan sebagai warisan budaya, antara lain: dokumentasi teknik pengolahan, pendidikan kultural bagi pelajar setempat, penguatan peran perempuan nelayan dalam rantai nilai kuliner, serta kolaborasi antara peneliti, pemerintah daerah, dan komunitas lokal untuk skema pemasaran yang berkelanjutan.













