Gali Potensi Geowisata dan Pariwisata Buatan, Mahasiswa Pariwisata Unhas Gelar Kuliah Lapangan di Pangkep

Pangkep, NusantaraInsight — Mahasiswa Program Studi Pariwisata angkatan 2024 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Kabupaten Pangkep pada Selasa, 16 Juni 2026 lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa semester IV dari Kelas A dan Kelas B sebagai wujud nyata penerapan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Geowisata, yaitu Erwin Mansyur Ugu Saraka, S.S., MSc. dan Fahran Reza, S.S., M.Hum.

Turut hadir pula dosen pengampu mata kuliah Pariwisata Buatan, yakni Indra Mayanti Noer, S.S., M.Hum. dan Rafika Hayati, S.ST.Par., M.Par.

Kuliah lapangan ini difokuskan pada dua lokasi utama yang mewakili masing-masing mata kuliah.

Lokasi pertama adalah Kompleks Prasejarah Bellae yang merupakan bagian dari Geopark Maros Pangkep untuk mata kuliah Geowisata.

Di lokasi ini, mahasiswa dibagi ditugaskan untuk mengunjungi, mengamati, dan mendata tiga Geosite yang berbeda secara langsung.

Metode analisis lapangan ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik geologi, nilai ilmiah, serta potensi wisata dari setiap geosite secara komprehensif.

BACA JUGA:  KKN-T di Pulau Persatuan Kabupaten Sinjai, Mahasiswa UNHAS Kembangkan Program Aksara Muda Kreatif

Seperti disampaikan salah satu dosen pengampu, Senin (21/6/2026) melalui rilis pers.

Selain itu, mahasiswa juga ditekankan untuk mampu menyusun strategi pengembangan geosite dengan memanfaatkan teknologi digital, baik untuk skala kegiatan maupun destinasi pariwisata secara menyeluruh.

Menariknya, kawasan ini tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berdampak langsung bagi warga setempat.

“Masyarakat memanfaatkan geosite dengan mengambil air dari mata air langsung,” ungkap Ibu Suriani, salah seorang warga lokal yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, menunjukkan bahwa geosite ini juga berfungsi sebagai sumber daya alam pemenuh kebutuhan sehari-hari komunitas lokal.

Sementara itu, untuk mata kuliah Pariwisata Buatan, lokasi kedua berpusat di Jennae River Land. Di destinasi yang menawarkan berbagai aktivitas rekreasi berbasis wahana buatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis dengan mencoba wahana All-Terrain Vehicle (ATV).

Melalui pengalaman langsung melintasi medan menantang dengan kendaraan roda empat tersebut, mahasiswa dapat memahami konsep, pengelolaan, serta daya tarik wisata buatan sebagai salah satu komponen penting dalam diversifikasi produk pariwisata.

BACA JUGA:  Dr. Gunawan : STIE AMKOP Siap Wisuda Ratusan Alumni dari Sarjana Sampai Doktor

Keterlibatan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan mahasiswa dalam menganalisis unsur-unsur yang menjadikan pariwisata buatan sebagai alternatif wisata yang kompetitif dan berkelanjutan.