Gowa, NusantaraInsight — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Zuhaelsi Zubir beserta jajaran mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ke-PU-an dan kegiatan capacity building yang berlangsung di Malino, Kabupaten Gowa, pada Kamis–Sabtu, 21–23 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kapasitas teknis serta sinergi antar-pegawai dalam mendukung program pembangunan infrastruktur di Kota Makassar.
Kegiatan yang diikuti puluhan pegawai Dinas PU Kota Makassar itu menghadirkan narasumber dari praktisi teknik sipil, akademisi, dan pejabat pemerintahan provinsi serta kabupaten. Materi utama mencakup perencanaan dan pengawasan konstruksi, manajemen proyek, standar keselamatan kerja (K3), hingga pemeliharaan infrastruktur berkelanjutan.
“Kami menggelar Bimtek ini agar seluruh aparatur memiliki pemahaman teknis yang sama, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat koordinasi antarunit sehingga pelaksanaan proyek infrastruktur menjadi lebih efektif dan akuntabel,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, saat membuka kegiatan, Jumat (22/5/2026).
“Dengan kemampuan yang meningkat, kami berharap pelayanan kepada masyarakat lebih optimal dan risiko kegagalan proyek dapat diminimalkan.”
Nut graf: Penyelenggaraan Bimtek dan capacity building ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas aparatur Dinas PU Kota Makassar tahun 2026, sejalan dengan rencana kerja pemerintah kota yang memprioritaskan rekonstruksi dan pemeliharaan jalan, drainase, dan fasilitas umum untuk mendukung pertumbuhan kota dan ketahanan iklim.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi ini penting untuk mengurangi keterlambatan proyek, meningkatkan kualitas pekerjaan, serta memastikan penerapan standar keselamatan dan lingkungan.
“Pengetahuan teknis yang seragam akan mempercepat proses perencanaan dan pengawasan,” ujarnya.
Selain aspek teknis, kegiatan juga menitikberatkan pada pembangunan komunikasi tim dan koordinasi antarpegawai. Peserta menjalani sesi team building yang bertujuan memperkuat solidaritas dan alur koordinasi antarunit sehingga pelayanan publik berjalan lancar.
Sejumlah peserta menyatakan kegiatan memberi wawasan baru tentang praktik manajemen proyek modern dan teknik pemeliharaan infrastruktur. “Materi mengenai manajemen risiko dan pengendalian mutu sangat relevan dengan situasi lapangan yang sering kami hadapi,” ujar salah seorang peserta,













