Sidrap, NusantaraInsight — Bupati Sidrap Dr (Hc) Syaharuddin Alrif, S.I.P.,MM menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap organisasi profesi guru (PGRI).Hal ini ditunjukkan pada saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Persiapan Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (16/5/2026) di Aula Saromase Kompleks SKPD Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Yang terhormat Anregurutta Ketua PGRI Sulsel, Prof Hasnawi Haris. Saya sebut Anregurutta karena guru ini adalah profesi yang sangat dihormati apalagi beliau adalah seorang profesor. Jadi kita sebagai orang Bugis memanggil Anregurutta,” ucapnya mengawali sambutan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada 250 orang peserta dari 24 kabupaten kota yang hadir pada Rakor Persiapan Porsenijar 2026.
Bahkan ia menyapa satu persatu peserta yang hadir dan sebagian besar, Syaharuddin Alrif mengenalnya di organisasi Pemuda Muhammadiyah.
Bupati usungan Partai Nasdem ini juga memberikan kabar gembira bagi peserta Rakor.
Syahar demikian akrabnya disapa, berjanji akan memberikan telur dan beras kepada setiap kontingen PGRI Kabupaten Kota yang akan berlaga di Bumi Nene Mallomo.
“Kami akan membagikan telur dan beras kepada setiap kontingen yang hadir di Sidrap. Jangan lihat jumlahnya akan tetapi niat baik kami kepada para utusan guru dari 24 kabupaten kota,” ucapnya.
“Tapi insyaallah, stok telur dan beras, akan kami tanggung selama berada di Sidrap,” ungkapnya yang disambut dengan teriakan ALAKO.
“Saya akan turun tangan langsung bersama ibu Wabup untuk mengurus para kontingen mulai berada di Sidrap hingga kembali ke daerah masing-masing,” ungkap Politisi Nasdem itu.
“Saya tak ada tendensi apapun dalam pelayanan kepada para kontingen. Namun saya sampaikan kepada warga Sidrap bahwa semakin banyak orang yang mengunjungi daerah kita, itu artinya semakin banyak rezekinya,” paparnya.
Apalagi, lanjutnya, menurut informasi dari Ketua Panitia, peserta yang terdaftar sudah mencapai 60 ribu orang peserta.
Ia bersama Wakil Bupati Sidrap Nur Kana’ah memakai baju batik yang couple. Baju yang yang sengaja mereka buat untuk rapat koordinasi ini, tidak main-main karena memiliki arti dari masing-masing gambar pada baju.
“Baju yang saya pakai dengan ibu Wabup ini, mewakilkan empat lumbung yang ada di Sidrap, yaitu, lumbung pangan, lumbung telur, lumbung energi dan lumbung penghafal Qur’an,” ungkapnya.
“Untuk lumbung penghafal Qur’an saat ini Sidrap telah berdiri 196 sekolah dan pondok-pondok Tahfiz,” terangnya.
Sidrap juga dikenal sebagai lumbung energi, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) seluas 400 hektar dengan produksi daya sebesar 75 MW dengan 36 Turbin.
“Insyaallah ini akan berkembang menjadi 400 MW dengan tambahan 200 turbin,” ulasnya.
Bukan itu saja, saat ini Kabupaten Sidrap telah Lumbung Telur. “Dengan kenaikan signifikan di bawah kepemimpinan kami dan ibu Wabup yaitu 3,5 juta butir per-hari di tahun 2024 dan 5,2 juta butir perhari saat ini.”
“Sedangkan sebutan sebagai Lumbung Beras dengan luas lahan 52 ribu hektar, kami dapat panen 10 ton perhektar. Sebelumnya cuma dua kali panen setahun, saat ini petani kita sudah dapat panen 3 kali setahun,” ujarnya.
“Namun yang menggembirakan pada tahun 2024, kita cuma peringkat ke 21 untuk rata-rata pertumbuhan ekonomi. Saat ini rata-rata pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melonjak tajam ke angka 7,71 persen. Capaian ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan menempatkan Sidrap di posisi kelima se-Sulawesi serta ke-16 secara nasional,” katanya yang ditutup dengan pekikan “Sidenreng Rappang Saromase, Alako!.”












