NusantaraInsight, Tator — PGRI Tana Toraja mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sidrap pada awal Juli mendatang.
Kontingen Tana Toraja dipastikan mengikuti 20 dari total 22 cabang lomba yang dipertandingkan. Dua cabang yang tidak diikuti adalah Petanque dan Pickleball.
Sekretaris PGRI Tana Toraja, Yulius Roma Patandean, S.Pd, M.Pd mengatakan persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui seleksi dan latihan rutin.
“Kami sudah mulai persiapan sejak dini. Harapannya seluruh atlet dan peserta lomba dapat tampil maksimal,” kata Yulius, Ahad (10/5/2026).
Menurut dia, cabang seni masih menjadi sektor andalan kontingen Tana Toraja untuk meraih prestasi, terutama lomba paduan suara.
Pada pelaksanaan Porseni PGRI Sulsel sebelumnya di Soppeng, cabang tersebut berhasil meraih juara II. Tahun ini, target ditingkatkan menjadi juara I.
“Latihan paduan suara sudah aktif sejak Maret 2026. Kami optimistis hasilnya bisa lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Selain paduan suara, sejumlah cabang lain yang diproyeksikan menjadi andalan yakni vocal group, solo putra, tari kreasi, ikrar guru, bola voli putra-putri, sepak takraw, dan bulu tangkis.
Yulius menambahkan, antusiasme guru di Tana Toraja untuk mengikuti Porsenijar tahun ini cukup tinggi. Jumlah rombongan yang diperkirakan berangkat ke Sidrap mencapai lebih dari 1.000 orang.
Ia menyebutkan, para peserta secara mandiri mengoordinasikan pengadaan seragam kontingen sebagai bentuk kebersamaan dan identitas daerah.
“Porsenijar bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas guru,” katanya.
Saat ini, panitia tingkat kabupaten masih menyelesaikan pendataan final peserta yang akan diberangkatkan ke Sidrap.
Ajang Porsenijar PGRI Sulsel 2026 akan diikuti kontingen dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antarguru dari berbagai daerah.***













