Kolak Labu Kuning: Simbol Kebahagiaan dalam Tradisi Pindah Rumah di Sulsel

NusantaraInsight, Makassar – Di tengah hiruk-pikuk gotong royong masyarakat Sulawesi Selatan saat acara pindah rumah, aroma manis kolak labu kuning selalu menghiasi dapur.

Hidangan sederhana ini, dikenal sebagai Pallu Golla Boyo’ Te’ne di kalangan Makassar-Gowa atau Bella Lawo bagi masyarakat Bugis, menjadi wajib dalam tradisi Mappalette Bola atau Marakka’ Bola.

Sajian kuning cerah ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebahagiaan dan berkah untuk penghuni rumah baru.

Makna Filosofis dan Jejak Sejarah

Kolak labu kuning mewakili rasa syukur atas kelimpahan rezeki dan harapan kehidupan manis di tempat tinggal baru.

Meski konsep kolak umumnya berasal dari Jawa sebagai sarana dakwah Islam, adaptasi dengan labu kuning—boyo’ te’ne dalam bahasa lokal—menjadikannya hidangan khas Sulsel.

Labu ini tumbuh subur di tanah lokal, mudah didapat, dan melambangkan kerendahan hati serta doa tolak bala.

Di beberapa wilayah, seperti daerah Bugis, hidangan ini terkait tradisi Bella Lawo, yang menekankan nilai kebersamaan dan kerendahan hati.

“Kolak ini seperti doa yang dimakan, membawa kedamaian ke rumah baru,” ujar seorang tokoh masyarakat di Makassar.

BACA JUGA:  Mengejutkan! Arab Saudi Tuan Rumah Fashion Show Baju Renang

Peran Penting dalam Ritual Mappalette Bola

Tradisi pindah rumah di Sulsel melibatkan kekuatan laki-laki yang mengangkat rumah panggung kayu secara gotong royong.

Sementara itu, perempuan sibuk di dapur menyiapkan hidangan penguat energi, dengan kolak labu kuning sebagai bintang utama. Disajikan hangat bersama kue tradisional seperti bandang dan barongko, kolak ini menyambut para pemberi bantuan sekaligus menutup acara dengan rasa manis yang menghangatkan.

Lebih dari sekadar makanan, penyajiannya bagian dari ritual doa. Bahan dari hasil bumi seperti labu kuning dipercaya mendatangkan kedamaian dan melindungi dari musibah, mempererat silaturahmi antarwarga.

Hadirnya hidangan ini menjaga tradisi tetap hidup di era modern, mengajak generasi muda menghargai gotong royong dan syukur. Di tengah urbanisasi, kolak labu kuning tetap menjadi jembatan budaya yang tak tergantikan.

Resep Kolak Labu Kuning

Bahan-bahan

Labu kuning 1/4 kg, potong kotak

Kelapa parut

Gula merah/aren secukupnya

Kolang kaling secukupnya

Pisang 2 buah

Daun pandan 2

Daun jeruk purut

Cara Masak

Peras kelapa parut dan ambil air perasan pertama untuk santan.

BACA JUGA:  Mau Sehat? Lakukan Ini Setiap Hari, Poin 7 Dapat Memanjangkan Usia Anda.

Masak santan dengan diaduk terus, saat santan mulai mendidih, matikan api, diamkan santan hingga dingin, lalu ambil langit-langit atas santan dan buang.

Rebus lagi santan dengan daun pandan untuk aroma dan dengan daun jeruk. Lalu aduk terus menerus, tambahkan labu, garam, gula merah dan kolang kaling.

Masak sampai labu dan kolang kaling empuk lalu terakhir masukkan pisang.

Sajikan kolak selagi hangat.

TIPS agar kolak kental dan santan tidak pecah: Ikuti langkah memasak diatas no 2 dan 3. Sebelum santan direbus kembali (dalam keadaan sudah dingin) campurkan dengan sedikit tepung beras, aduk rata dan larut sempurna. Santan siap direbus kembali, gunakan api kecil dan terus menerus diaduk.