NusantaraInsight, Soppeng – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng menggelar seminar bertema “Menjadi Guru Profesional di Era Digitalisasi Pembelajaran”.
Kegiatan ini diikuti 320 guru dari delapan cabang kecamatan, satu cabang khusus, serta Ikatan Guru dan Tenaga Kependidikan Islam (IGTKI), bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi transformasi digital.
Seminar berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Soppeng, Jalan Nene Urang, Kelurahan Botto Watansoppeng, Kamis (30/4). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Soppeng, A. Sumangerukka Syahrazad, S.E., S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh PGRI Soppeng dalam pengembangan kompetensi guru, termasuk persiapan Pekan Olahraga dan Seni Jenjang Agama (Porsenijar) Juli 2026 di Kabupaten Sidrap.
Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Arifai yang juga juga Ketua Bidang Pengembangan Profesi, Karier Guru, dan Tenaga Kependidikan PGRI Soppeng dalam laporannya menekankan seminar ini sebagai momentum refleksi peran guru dalam era digital.
“Ini wujud komitmen PGRI mengawal mutu pendidikan untuk Indonesia maju,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua PGRI Kabupaten Soppeng, Naharuddin, S.Pd., M.Pd., menambahkan pentingnya guru sebagai agen transformasi.
“Guru harus terus belajar mengembangkan kompetensi. PGRI berkomitmen latih guru gratis dari TK hingga SMA/SMK/MA/SLB sederajat,” katanya dalam sambutan.
Kemudian, Dr. Arman Agung, M.Pd.—Kepala Balai Besar Guru Penggerak Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan sebagai narasumber utama dalam seminar ini, menyoroti keikhlasan guru dalam mendidik.
“Guru harus hadir di dunia digital: buat konten pembelajaran, branding diri, dan kuasai internet. Tantangan utama meliputi adaptasi teknologi-pedagogi digital, distraksi siswa, kesenjangan infrastruktur, penilaian relevan, serta etika dan keamanan online,” ungkapnya.
Peserta antusias menyerap pesan bahwa guru “zaman now” berbeda dari masa lalu. “Pahami hati dan pikiran murid dulu, hargai mereka, bahagiakan agar lahir generasi cerdas berkarakter,” demikian inspirasi yang tersebar sepanjang seminar.
Kegiatan ini diapresiasi Dindikbud sebagai langkah konkret PGRI Soppeng mewujudkan pendidikan berkualitas di tengah disrupsi digital.













