NusantaraInsight, Luwu Timur — Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam kegiatan Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) Batch V Bina Desa Parumpanai Tahun 2025 telah berhasil melaksanakan program kerja berbasis Keberagaman Budaya sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya keberagaman etnis di Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur, yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, khususnya Suku Jawa dan Suku Sulawesi Selatan.
Keberagaman tersebut tidak hanya tercermin dalam kehidupan sosial dan budaya, tetapi juga dalam praktik ekonomi masyarakat, salah satunya dalam bidang peternakan.
Melalui program ini, mahasiswa melakukan observasi langsung ke rumah-rumah peternak untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan perbedaan praktik beternak antar suku. Kegiatan ini meliputi pengamatan terhadap sistem pemeliharaan ternak, metode pemberian pakan, pengelolaan kandang, hingga cara perawatan ternak yang dipengaruhi oleh kearifan lokal masing-masing budaya.
Selain observasi, mahasiswa juga melakukan diskusi dan pertukaran pengetahuan bersama para peternak. Hal ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya yang melatarbelakangi praktik beternak sekaligus membuka ruang pembelajaran dua arah antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya keberagaman budaya serta mendorong adopsi praktik beternak yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekretaris Desa Parumpanai, Darwis, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dalam keterangannya, ia menyampaikan,
“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa MKPK ini karena mampu mengangkat potensi keberagaman budaya yang ada di desa kami. Program seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antar warga serta mendorong peningkatan kualitas praktik peternakan yang lebih baik dan berkelanjutan.”
Program Keberagaman Budaya ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai sarana pembelajaran kontekstual, tetapi juga bagi masyarakat desa sebagai media untuk memperkuat hubungan sosial dan saling berbagi pengetahuan antar peternak dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MKPK Batch V Bina Desa Parumpanai berharap keberagaman budaya dapat terus dijaga sebagai aset sosial sekaligus potensi strategis dalam mendukung pengembangan sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.













