NusantaraInsight, Makassar — Pensiunan dosen Fakultas llmu Budaya (FIB) Unhas, Drs.H.Hasan Ali, M.Hum, Ahad (15/3/2026) meninggal dunia saat dirawat di RS Daya, Makassar.
Mantan Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas yang dilahirkan di Bima 19 Agustus 1958 tersebut meninggalkan seorang istri dan beberapa orang anak yang sudah berkeluarga. Sedianya, almarhum akan dioperasi, sehingga memasuki ruang rawat intensif — “intensive care unit (ICU) RS Daya. Namun belum sempat dioperasi, Allah swt sudah memanggil almarhum. Innalilahi wa inna ilaihi rajiuun.
Meskipun sudah mengalami operasi pemasangan cincin dan sejak 2023 menjalani masa purnatugas, Hasan Ali masih mengabdikan dirinya mengajar. Bahkan, sehari sebelum masuk rumah sakit, Senin (9/3/2026) almarhum masih sempat mengajar secara daring untuk mata kuliah dasar umum (MKU) Bahasa Indonesia bagi mahasiswa baru Unhas.
Menurut rencana jenazah Drs.H.Hasan Ali, M.Hum dikebumikan di Taman Pemakaman Unhas “Patene” Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, bakda salat asar, Senin (16/3/2026) karena menunggu kehadiran salah seorang anaknya dari Palu.
Turut melayat ke rumah duka di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Blok BG no,54 para sahabat dosen FIB dan Unhas lainnya, Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS), dan para mahasiswa almarhum.
Almarhum menyelesaikan pendidikan SD, SMP, dan SMA di Bima. Setamat SMA, almarhum merantau ke Ujungpandang (Makassar) dan menjatuhkan pilihan pada Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unhas hingga meraih sarjana. Dia kemudian diangkat sebagai dosen Fakultas Sastra Unhas pada tahun 1984. Pada saat menjadi dosen, almarhum melanjutkan pendidikan Magister Bahasa Indonesia di Program Pascasarjana Unhas.
Selain pernah menjabat Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas beberapa tahun lalu, ketika menjadi mahasiswa, almarhum pernah menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Pelajar Mahasiswa Bima (KKPMB) Nusa Tenggara Barat di Makassar, kemudian menjadi pembina organisasi itu hingga KMBS sekarang ini.
Wartawan media ini terakhir bertemu dengan almarnum pada tanggal 8 Januari 2026 di kediamannya untuk mengembalikan buku yang pernah ditulis almarhum bersama Drs.H.Anwar Hasnun berjudul “Maja Labo Dahu dan Nggusu Waru — Prinsip Hidup dan Pola Kepemimpinan Masyarakat Bima” yang diterbitkan Lembaga Penerbitan Unhas (Lephas) Makassar tahun 2014.
Pada kesempatan itu, wartawan media ini berdiskusi dengan almarhum perihal muasal nama “Mbojo”, nama asli daerah Bima yang dikenal oleh masyarakat tradisional yang menempati daerah Bima sekarang.












