Buncis Smada Enrekang Kedatangan Tamu

NusantaraInsight, Enrekang — Pada Kamis 12 Maret 2026, Tim PPSDMLH dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang, tiba-tiba melakukan kunjungan istimewa ke SMA Negeri 2 Enrekang.

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung pengelolaan Bank Sampah Buncis SMA Negeri 2 Enrekang yang dikelola oleh para siswa dan siswi di bawah bimbingan Fundariska, S.Sos.

Setibanya di SMA Negeri 2 Enrekang, Tim kementerian Lingkungan Hidup disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Enrekang (Sukayono,S.Pd.,M.Pd.) beserta Tim Humas dan Pembina Bank Sampah.

Pertemuan ini menjadi momen penting bagi semua pihak untuk bertukar pengalaman dan wawasan mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pengelolaan Bank Sampah Buncis di SMA Negeri 2 Enrekang merupakan contoh nyata dari inisiatif siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Di bawah bimbingan Fundariska, S.Sos, para siswa aktif mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah. Proses ini tidak hanya mendidik siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam pengelolaan lingkungan.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Akan Buat Program ATS

Bank Sampah Buncis SMA Negeri 2 Enrekang memberikan berbagai manfaat, antara lain:

– Pendidikan Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah.
– Keterampilan Praktis: Siswa belajar keterampilan praktis seperti pemilahan sampah dan daur ulang.
– Pemberdayaan Siswa: Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara sekolah dan pihak terkait dalam pengelolaan sampah. Selain itu, semoga inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk mengembangkan program serupa yang memadukan pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan sehari ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan siswa dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat, ungkap Sukayono