Makassar, NusantaraInsight — bertempat di aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHAS, 27 perwakilan guru Sejarah yang tergabung dalam Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sulawesi Selatan diundang mengikuti Seminar Internasional bertajuk “Reclaiming The Soul: History, Manuscripts and The Future Indonesian Cultural Heritage”. Seminar ini digagas oleh Departemen Sejarah Universitas Hasanuddin dan berkolaborasi dengan Universitas Andalas, Universitas Sumatra Utara dan Universitas Kelantan Malaysia. Keynote speaker dari luar negeri yang memaparkan materi berasal dari Inggris, Belanda, Meksiko, Filipina dan Malaysia. Adapun dari dalam negeri selain berasal dari sejumlah perguruan tinggi juga hadir beberapa pejabat di jajaran Kementerian Kebudayaan dan staf ahli menteri serta anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana.
Wakil Ketua AGSI Sulsel, Agussalim menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan guru-guru sejarah Sulsel di seminar internasional yang selama dua hari (21-22 Juni 2026) merupakan bentuk penguatan sinergitas dan kolaborasi.
“Meski kami lahir dari UNM tetapi kami punya banyak saudara dari UNHAS, memang UNM punya spesifikasi kependidikan tetapi UNHAS memiliki ketajaman ilmu sehingga kami saling membutuhkan,” ungkap Agussalim saat didaulat mewakili AGSI berbicara di podium saat penutupan kegiatan pada Jumat (22/5/2026) baru-baru ini.
Guru Sejarah yang juga aktif menulis termasuk melalui komunitas Satupena Sulsel ini menambahkan bahwa AGSI Sulsel sejak awal terbentuknya hampir sepuluh tahun lalu telah menjalin sinergi dengan beberapa pihak untuk pengembangan diri guru-guru Sejarah.
“Sejak awal kami sudah berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi terutama UNHAS dan UNM, begitupun dengan sesama organisasi profesi seperti Perkumpulan Prodi Sejarah se Indonesia (PPSI) atau dengan lembaga resmi pemerintah seperti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB). Insya Allah kami sudah mengadakan pembicaraan kembali dengan Departemen Sejarah UNHAS untuk kembali menggelar kegiatan sebagai wujud pengabdian masyarakat” pungkasnya.













