NusantaraInsight, Makassar — Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari mendukung pemajuan kebudayaan pada Kongres Kebudayaan Sulsel 2023 di ruang Mulo Mini Hall Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, Sabtu (23/6/2023).
Tampil membawakan materi pada seminar kebudayaan sesi ke tiga, Andi Ina membeberkan beberapa agenda untuk pemajuan kebudayaan.
Dimana, pertama tentang strategi pemajuan kebudayaan, kedua agenda aksi pemajuan kebudayaan, ketiga yakni peraturan daerah terkait dengan pemajuan kebudayaan serta keempat mengenai kebijakan anggaran pemajuan kebudayaan.
“Menyangkut strategi pemajuan kebudayaan tentu penting kita memperhatikan muatan dari undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan secara substansial undang-undang ini, tentunya memberikan arahan pemajuan kebudayaan kita itu ditekankan pada 4 strategi masing-masing adalah strategi perlindungan kebudayaan, strategi pengembangan kebudayaan, strategi pemanfaatan kebudayaan serta strategi pembinaan kebudayaan,” ulasnya.
“Strategi pemajuan kebudayaan dengan strategi perlindungan kebudayaan itu dimaksudkan agar memperoleh kepastian untuk dilindungi tentu ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua pihak terkait tentunya dalam ruang dan waktu yang tidak terbatas kemudian strategi pengembangan kebudayaan itu dimaksudkan agar kebudayaan kita tidak statis melainkan harus terus tumbuh dan dinamis mengikuti perkembangan zaman,” lanjutnya.
Namun dinamika dan perkembangan tersebut lanjut Andi Ina Kartika, hendaknya tetap tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam kebudayaan itu sendiri agar kebudayaan yang kita miliki itu memberikan manfaat nyata bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Manfaat tersebut tentunya berkaitan dengan relasi antar kelompok masyarakat manfaat bagi pembangunan daerah serta manfaat bagi kemajuan sumber daya manusia Sulawesi Selatan dan terakhir adalah strategi pembinaan kebudayaan tentunya yang dimaksudkan adalah agar kebudayaan kita tetap tumbuh tidak hilang ditelan zaman kebudayaan itu dapat terwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya selain itu juga dimaksudkan agar kebudayaan kita itu terus berkembang memiliki kemampuan merespon perubahan dan dinamika lingkungannya,” paparnya.
Andi Ina Kartika juga menjabarkan strategi kebudayaan yang penting. Menurutnya, ada dua fokus perhatian yang sebaiknya kita kedepankan pertama adalah program atau kegiatan yang relevan dengan strategi tersebut dan kedua yakni ruang lingkup sasaran dari program atau kegiatan yang sejalan dengan substansi kebudayaan.
“Nah, untuk program atau kegiatan yang dapat menjadi penjabaran strategi pemajuan kebudayaan Sulawesi Selatan setidaknya terangkum pada enam program utama yaitu masing-masing adalah inventarisasi kebudayaan yang tentu dengan program ini diharapkan agar kekayaan budaya kita terinventarisasi dengan baik artinya ruang lingkup jenis tempat dan waktu dari berlangsungnya kebudayaan tersebut terkoleksi secara tertib dan teratur dan kedua terkait dengan pengamanan kebudayaan program pengamanan kebudayaan ini dimaksudkan agar itu memperoleh jaminan keamanan baik dari gangguan manusia maupun atas kemungkinan kerusakan karena faktor alam dan ketiga pemeliharaan kebudayaan tentunya program pemeliharaan kebudayaan ini dimaksudkan agar kebudayaan kita terhindar dari kerusakan kehilangan bahkan kemusnahan unsur-unsur yang hidup di ekosistem kebudayaan tentunya dan unsur-unsur kebudayaan ini dimaksud adalah objek pemajuan kebudayaan dan keempat yaitu penyelamatan kebudayaan dengan program penyelamatan kebudayaan yang dimaksudkan tentunya agar menghindarkan dan atau menanggulangi cagar budaya atau kekayaan budaya lainnya dari kerusakan kehancuran atau pemusnahan penyelamatan tersebut tentunya ditekankan pada menjaga keaslian dan nilai-nilai yang menyertai program publikasi kebudayaan tentunya dimaksudkan agar terjadi penyebarluasan informasi kebudayaan daerah sehingga publik memiliki akses yang cukup untuk memperoleh gambaran terhadap kekayaan budaya yang kita miliki,” ulasnya lagi.












