SIERA BUKIT CINTA Oleh: Syahril Rani Daeng Nassa Kupandang bukit menjulang dan aksesoris bangunan eksplisit luas dan lapang di puncak bukit Jalan berkelok mendaki kendaraan terparkir di kaki bukit potret…
Puisi
PUNNA INAKKE WALIKOTA
PUNNA INAKKE WALIKOTA Oleh: Syahril Rani Daeng Nassa Punna inakke walikota tulia massallerang appinanak simpung katallasang ri borik angkanyamengia pakkusiangku ammarenta Punna inakke walikota lannyinga ri erang pakmaik tegasak ri…
KATA DAN JAKARTA
KATA DAN JAKARTA Karya Kamatangnga Seperti Jakarta : kata akan ramai di dalam berita, kata akan damai di dalam cerita Seperti Jakarta : kata akan dingin di dalam sini, kata…
MERAH PUTIH
MERAH PUTIH Karya Kamatangnga Merah putih, angin ada untuk kibarmu aku angan untuk kobarmu hormat gerak Udara bergerak, paru-paru harus bergerak Jantung bergerak, darah harus bergerak Tulang bergerak, tubuh harus…
MERDEKA ITU
MERDEKA ITU Karya: Rusdin Tompo* merdeka itu ketika pustaka di kepalamu dibuka bukan hanya untuk dibaca tapi juga disuarakan pustaka yang pijarnya menjelma pelita pustaka yang pijaknya menjelma mercusuar pustaka…
TEAKI PUPPUSUK PANRANNUANG
TEAKI PUPPUSUK PANRANNUANG Lambusu kana pappitontong katojengang passalak tani ronrong erok tattiklak lalang nyawa tamammaling ri passanggang belo-belo ri kana tojeng Bunga-bungaji antu ri erok nipassungguang ta nilakleang kabiasang na…
KEPADA NAKHODA
Oleh: Syahril Patakaki Perahu pinisi layar putih dengan corak hijau kembang berlambang segi lima kuncup teratai berlayar arungi laut hirup nafas semangat pelaut-pelaut bugis makassar yang ulung Sementara di tiang…
KOPI TANAH AIR
Oleh: Rusdin Tompo Di warung kopi Aku menikmati hangatnya tanah airku Harum aroma udara dari perkebunan kopi di ketinggian Melayarkan pandanganku menjelajahi nusantara Dari gayo sampai wamena Kurasakan suburnya kesabaran…
ULANG TAHUN
Karya: Rusdin Tompo Kau memberiku ucapan Aku membalasnya dengan kecupan Kau mengulurkan tangan Aku melingkarkan kehangatan Kau menghadiahkan bingkisan Aku menghadirkan kehidupan. Gowa, 3 Agustus 2024
Amorfati yang Amerta
Karya: Nur Hayati Dalam prosa Yang kutulis Selalu tersimpan aksara Yang mempunyai arti Begitu mendalam Tentang Atma dan amorfati Kita adalah dua Atma Yang terpisah Yang mencoba untuk sabar Menanti…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
