Bahkan Dr Rahmat secara lugas menyebutkan bahwa jika ada orang yang secara terang-terangan menyebutkan bahwa dirinya itu hebat atau jujur, maka itu bisa menjadi pertanyaan.
“Karena biasanya, orang yang tidak menyebut dirinya sesuatu itu lebih sesuatu dari pada yang menyebutkan dirinya memiliki kelebihan atau kemampuan,” sebutnya.
Ia juga berpesan agar dalam menuliskan karya seseorang itu, jangan terlalu memuji, karena hidup orang yang ditulis itu masih panjang, apakah dia bisa aman-aman saja hingga berakhir masa tugas atau dia celaka ketika menjalankan tugas.
“Kita tahu, gelar pahlawan itu diberikan ketika orang tersebut telah wafat baru gelar itu diberikan, bukan ketika orang itu masih hidup, apalagi masih menjabat,” tukasnya.
Di akhir sesi acara ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh Prof. Jufri kepada masing-masing narasumber dan juga moderator serta kejutan berupa pembacaan Sanja Mangkasara oleh Syahri Patakaki.












