Catatan M.Dahlan Abubakar
NusantaraInsight, Bima — Kehidupan literatif saya selalu dengan kejutan. Selalu saja ada informasi menarik yang tidak disangka-sangka dan layak diketahui publik.
Pada tanggal 23 Maret 2026 saat membesuk adik H.Sofwan, S.H.,M.Hum yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kota Bima, saya bertemu dengan gadis yang termasuk atlet nasional ini.
Yuni Amirta Nadila, gadis kelahiran Jayapura 15 Juni 2002, anak pasangan H.Amir (Polisi) dan Rosyidha Rosita (IRT). Dari pertemuan ini ternyata mengungkap kisah masa lalu ketika saya belajar di SMP Tangga Kabupaten Bima antara tahun 1964-1968.
Rupanya, rumah dan induk semang saya di desa yang menjadi ibu kota Kecamatan Monta Bima itu, termasuk kakek buyutnya. Dari sinilah, cerita itu bersambung dan bersayap, di samping urusan prestasi Yuni sebagai salah seorang atlet Kabaddi putri nasional yang pernah membela negara ini.
Anak pertama dari dua bersaudara dengan tinggi berat 169cm-62 kg ini mengakui, pertama berkenalan dengan olahraga Kabaddi pada tahun 2023.
Gadis yang senang naik sepeda dan membaca buku ini mulanya ikut bermain olahraga itu karena ada teman yang menawarinya menjadi atlet. Ajaknya,menjadi atlet Kabaddi. Bertepatan pula, cabang olahraga ini baru diperkenalkan di Indonesia. Yuni dan teman-temannya di NTB menjadi figur pertama yang menggeluti olahraga tersebut.
“Sekalian sebagai persiapan PON XXI Aceh-Sumut pada tahun 2024,” cerita Yuni didampingi Ibunya saat saya temui di RS PKU Muhammadiyah Kota Bima, 23 Maret 2026 sore. Dia juga datang membesuk Adik Sofwan yang tiba-tiba saja 19 Maret 2026 terserang rasa lemas yang kemudian diikuti menurunnya Hb.
Yuni bergabung dengan olahraga Kabaddi setahun setelah dia masuk kuliah tahun 2022 di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) yang sebelumnya bernama IKIP. Saat itu bertepatan dengan dia duduk di semester VIII. Jadi, boleh dikatakan tidak terlalu mengganggu jadwal belajar.
“Saya berencana masuk Polwan,” Yuni mengungkapkan cita-citanya yang direncanakan begitu selesai meraih sarjana di Undikma.
Pada saat pembentukan tim nasional untuk memperkuat tim putri SEA Games XXXIII Indonesia di Thailand, Yuni termasuk satu-satunya dari Provinsi NTB yang terpilih. Postur Yuni memang cukup ideal untuk olahraga ini. Tim itu diambil dari beberapa provinsi, yang kemudian memperoleh medali perak pada ajang SEA Games XXXIIII Thailand. Dua belas pemain putra dan juga putri memperkuat Indonesia ketika itu. Untuk putri, kebanyakan direkrut atlet dari Bali, Kaltim, seorang dari NTB, dan tidak ada dari Sulsel.












